DMI.OR.ID, BEIJING – Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI), Dr. (H.C.) Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla, telah melaksanakan ibadah sholat Jumat di Masjid Dongzhimen, Beijing, pada Jumat (26/4).

Wapres Kalla yang juga Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Dewan Masjid Indonesia (DMI) itu turut mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) One Belt One Road (OBOR) II pada Rabu (24/4) hingga Ahad (28/4) di Beijing, China.

Wapres shalat Jumat di masjid tertua di Beijing

Seperti dikutip dari laman https://www.republika.co.id/, Masjid Dongzhimen atau Masjid Dingzhimen ini merupakan peninggalan masa akhir Dinasi Qing (1644-1911 Masehi (M)). Bangunan ini diubah menjadi masjid oleh Dinasti Qing, yang sebelumnya merupakan kuil. Kuil itu dibangun oleh Dinasti Yuan (1261-1638 M).

Saat Wapres Kalla mengikuti ibadah sholat Jumat, yang menjadi imam dan khatib ialah Abdullah. Sedangkan taushiyah sebelum khatib naik mimbar diberikan oleh Hasan. Adapun yang menjadi muadzin ialah Ali. Abdullah pun merasa senang dan berterimakasih kepada Wapres Kalla karena berkenan melaksanakan ibadah sholat Jumat di Masjid Dongzhimen.

Sumber: Dokumentasi Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres) RI

Usai ibadah sholat Jumat, Wapres Kalla bersilaturahmi dan tatap muka dengan sejumlah jama’ah dan pengurus masjid serta warga Muslim di sekitar masjid. “Terima kasih, kami bisa melaksanakan sholat Jumat di sini,” tuturnya.

Wapres Kalla tampak kagum saat melihat ornamen dan kaligrafi yang menghiasi Masjid Dongzhimen. Ia pun menceritakan pengalaman unik saat sholat Jumat di Masjid Dongzhimen.

“Kesannya sangat baik, meskipun cara kita [beribadah] agak berbeda. Dia kotbahnya semua dengan bahasa Arab tetapi didahului dengan ceramah bahasa China. Kelihatan satu bagian ceramah dulu baru kotbah yang formal,” paparnya seperti dikutip dari laman https://kabar24.bisnis.com.

Sumber: Dokumentasi Setwapres RI

Perbedaan lainnya, lanjut Wapres Kalla, ialah sholat sunnah qobliyah (sebelum) Jumat yang mencapai delapan raka’at. “Yang panjang di sini itu salat sunnah-nya. Panjang sekali, kalau kita  dua rakaat dia mungkin delapan rakaat, tetapi sangat baik juga,” imbuhnya.

Wapres Kalla yang juga Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) itu pun terkesima dengan arsitektur masjid DOngzhimen yang bergaya klasik kuno. “Saya tidak tahu sejarahnya, tetapi saya sangat senang beribadah di sini karena ada unsur keunikan desain dari masa lalu,” ungkapnya.

Masjid Dongzhimen memiliki desain arsitektur bergaya klasik kuno. Masjid ini memiliki ragam ukiran, perpaduan warna, dan detail di setiap sudut pintu dan pilarnya yang bergaya oriental. Masjid Dongzhimen juga memiliki sejumlah ruangan yang berbeda kegunaannya.

Bangunan utama masjid berfungsi sebagai sebagai aula untuk salat. Ada pula ruangan bernama Rumah Erdian, Rumah Baoxia, Aula Kiln, dan beberapa ruangan lainnya. Aula untuk beribadah sholat, Rumah Baoxia dan aula Kiln berada di area sisi Barat, depan dan belakang bangunan.

Sedangkan dua Rumah Erdian berada di sisi Selatan dan Utara. Ada pula ruangan imam, serta kantor untuk pengurus masjid yang terletak di sebelah utara ruang ibadah.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani