DMINEWS, REMBANG — Pengurus Daerah (PD) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Rembang lakukan konsolidasi pada Sabtu (24/1), bertempat di aula Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Rembang.

Dalam rapat konsolidasi, peserta rapat berharap pembangunan masjid tidak dilakukan secara fisik saja. Jadi, pembangunan masjid harus diiringi dengan pencapaian kualitas, seperti fungsi masjid yang tidak hanya untuk ibadah ‘mahdlah’ saja.

Seperti dilansir laman http://jateng.kemenag.go.id, dalam acara ini, Ketua Pengurus Daerah (PD) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Rembang, Drs. KH. Muhammad Taschin, menyatakan saat ini masjid mulai sering ditinggalkan oleh jamaahnya. Masyarakat sekarang sudah mulai tidak menomorsatukan sholat.

“Dzuhur masih sibuk bekerja, Ashar masih belum selesai bekerja, Maghrib masih dalam perjalanan pulang, Isya sudah lelah dari bekerja, dan Shubuh masih terlelap dalam mimpi. Bagaimana kita bisa menjadi ahli surga?,” tutur Kiai Taschin.

Pada zaman Rasulullah SAW, lanjutnya, masjid digunakan untuk memberdayakan ummat meskipun bentuk fisiknya sangatlah sederhana.

“Tindakan pertama yang dilakukan Rasulullah saat tiba di Madinah adalah membangun masjid Quba, kemudian Masjid Nabawi. Di masjid ini, semua kegiatan penduduk Madinah terpusat, baik untuk kajian ilmu, peradilan, musyawarah, dan sebagainya,” jelasnya.

Kiai Taschin pun berharap pembangunan masjid tidak diadakan secara fisik saja, tetapi harus diiringi dengan pencapaian kualitas. Jadi, fungsi masjid tidak hanya untuk ibadah ‘mahdlah’ (wajib) saja.

Dalam sambutan yang dibacakan Asisten III bupati Rembang, Abdullah Zawawi, Plt. Bupati Rembang berpesan agar seluruh takmir masjid dapat meningkatkan peran dan fungsi masjid.

“Beliau berpesan, pesatnya pembangunan masjid di daerah belum disertai dengan upaya untuk menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan masyarakat,” papar Abdullah.

Berdasarkan survei nasional, lanjutnya, dari sekitar 800 ribu masjid di Indonesia, hampir seluruhnya masih hanya digunakan sebagai tempat ibadah.

Pihak takmir dan masyarakat setempat, paparnya, jangan hanya memikirkan pembangunan fisik tanpa peningkatan kualitas kegiatan, baik ibadah ‘mahdlah’ dan sosial.

“Kemakmuran masjid tidak hanya diartikan sebagai tempat ibadah saja, namun juga kegiatan pemberdayaan ummat,” sambungnya.

Sementara Ketua Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rembang, Drs. H. Atho’illah, M.Pd.I, menyatakan kondisi masjid sekarang semakin memprihatinkan.

“Tidak jarang masyarakat hanya menggunakan masjid sambil lalu saja. Misalnya, untuk sekadar transit buang air ketika dalam perjalanan,” ungkapnya.

“Jamaah masjid juga kian berkurang, ini menandakan banyak masyarakat yang mulai meninggalkan dan melupakan masjid. Kondisi ini sangat memperihatinkan,” pungkasnya.

Dalam acara ini, hadir Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Rembang yang diwakili oleh Asisten III Bupati Rembang, Drs. H. Abdullah Zawawi.

Hadir pula Ketua Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rembang, Drs. H. Atho’illah, M.Pd.I dan Kepala Seksi (Kasi) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam, Drs. HM. Mahmudi, MM, serta segenap takmir masjid Besar dan Kepala KUA Kecamatan se-Kabupaten Rembang.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani