Sekitar 5-10 menit sebelum azan Magrib, jamaah yang sudah duduk di dalam Masjid Agung Paris, Prancis, didatangi oleh petugas masjid dan tiba-tiba disemprotkan cairan. Saya yang duduk di bagian tengah pun bertanya-tanya di dalam hati, disempotkan cairan apa itu?

Ketika sampai ke saya, rupanya cairan yang disemprotkan itu ialah minyak wangi dengan aroma yang harum dan enak. Saya pikir, bagus sekali bila ini dilakukan di masjid-masjid Indonesia. Setelah menyemprotkan minyak wangi ke seluruh jamaah yang hadir, petugas itu keluar dari masjid karena waktu magrib sudah tiba, lalu, mengumandangkan azan.

Sesuai dengan peraturan di Perancis, pengeras suara tidak boleh digunakan keluar masjid sehingga sang muazin itu mengumandangkan azan di luar masjid. Jadi, Fungsi adzan itu memang untuk memanggil orang untuk shalat jamaah di masjid.

Saat itu saya, isteri dan beberapa panitia yang mengundang dari Belanda sengaja mengunjungi Paris pada Hari Raya Idul Fitri Tahun 2004. Setelah itu, kami naik ke menara Eiffel dan mengunjungi beberapa tempat.

Di masjid yang cukup besar itu, kami berkunjung untuk menunaikan shalat Zuhur dan Ashar jama’ takhir dan magrib serta isya jama’ taqdim, setelah itu kembali ke Amsterdam, Belanda.

Perjalanan dengan mobil dari Amsterdam ke Paris membutuhkan waktu sekitar 6-7 jam, dengan melewati Jerman dan Belgia. Semoga azan terus bergema di Eropa meskipun ada kebencian terhadap Islam dan Muslim

Penulis:  Drs. H. Ustaz Ahmad Yani

Sekretars Departemen Dakwah dan Pengkajiann Pimpinan Pusat (PP) Dewan Masjid Indonesia (DMI).