DMI.OR.ID, JAKARTA – Pimpinan Pusat (PP) Dewan Masjid Indonesia (DMI) telah menyelenggarakan kegiatan bertajuk Do’a Bersama, Donor Darah, Layanan Kesehatan, dan Donasi untuk Korban Bencana di Sulawesi Tengah (Sulteng) pada Kamis (4/10) sore di Masjid Agung Sunda Kelapa (MASK),  Jakarta. Acara didahului oleh Sholat Ashar Berjama’ah di MASK.

Berdasarkan pantauan DMI.OR.ID, turut hadir dan memberikan sambutan Wakil Ketua Umum (Waketum) PP DMI, Drs. KH. Masdar Farid Mas’udi, M.Si., dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PP DMI, Drs. H. Imam Addaruquthni, M.A.

Sejumlah tokoh dan ulama lainnya juga turut hadir dan memberikan sambutan dalam acara ini. Diantaranya ialah Ketua Bidang Dakwah dan Ibadah Dewan Pengurus MASK, Drs. KH. Nur Alam Bachtir, M.A., muballgh, Habib Geys Abdurrahman Assegaf, Lc., dan Anggota Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Dr. KH. Hamdan Rasyid, M.A.

Berdasarkan pantauan DMI.OR.ID, kegiatan ini dipandu oleh Ketua Departemen Kaderisasi Pemuda dan Remaja Masjid PP DMI, drg. Muhammad Arief Rosyid Hasan, M.K.M. Hadir juga Ketua Umum PP Perhimpunan Remaja Masjid (PRIMA) DMI, Ahmad Arafat Aminullah, S.T.

Dalam sambutannya, Waketum PP DMI mengajak umat Islam untuk setiap saat siap menghadapi kematian (maut). Manusia tidak tahu kapan tiba waktunya kematian. Kita harus memiliki kewaspadaan tinggi dalam menghadapi datangnya ajal.

“Allah punya segala-galanya. Itu artinya, kita setiap saat harus siap menghadapi kematian. Nggak tahu kita kapan akan tiba (kematian). Kewaspadaan tinggi harus kita pasang untuk menghadapi datangnya ajal,” jelas Kyai Masdar dalam taushiyah-nya di MASK, Jakarta, pada Kamis (4/10) sore, seperti dikutip dari laman https://www.republika.co.id/.

Menurutnya, bencana gempa bumi dan tsunami yang terjadi di Palu, Sulteng, merupakan kehendak Allah SWT. Bencana alam itu terjadi atas sepengetahuan-Nya, meskipun manusia sendiri tidak ada yang mengetahui kapan bencana itu akan tiba.

“Kita percaya tak ada sesuatu di dunia tanpa rencana Allah. Meskipun kita tidak tahu, apa yang ditetapkan pasti yang terbaik,” tegas Kyai Masdar.

Kyai Masdar pun mengajak seluruh masyarakat, khususnya ummat Islam, untuk tetap bersikap husnuzan (berbaik sangka) terhadap bencana alam di Palu, Donggala, dan Sigi itu. “Saya yakin, ada hal baik dibalik bencana itu,” paparnya.

Bencana alam seperti gempa bumi dan tsunami di Sulteng, lanjutnya, memiliki sisi positif, baik bagi mereka yang tertimpa bencana maupun yang selamat.

“Hikmah bagi yang terkena musibah adalah momentum untuk berhenti berbuat kesalahan. Sedangkan hikmah bagi yang selamat ialah agar manusia selalu waspada,” ungkap Kyai Masdar yang juga Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu.

Kyai Masdar pun menegaskan bahwa setiap Muslim haru selau berprasangka bai setiap hari. ‘Kita juga dianjurkan untuk selalu berbuat baik setiap hari meskipun hanya sekedar niat. Prinsipnya, kita harus berprasangka baik. Kita berdoa (yang) terbaik kepada mereka (korban bencana),” ujarnya.

Acara ini diselenggarakan oleh DMI bekerjasama dnegan berbagai elemen masyarakat seperti Palang Merah Indonesia (PMI), MASK, dan MUI.

Penuilis: Muhammad Ibrahim Hamdani