DMINEWS—Salah satu program yang sedang dilaksanakan Dewan Masjid Indonesia (DMI) adalah pemberdayaan ekonomi ekonomi. Bidang perekonomian umat termasuk salah satu yang kerap disorot oleh Ketua Umum HM Jusuf Kalla.

Ketua Departemen Pengembangan Ekonomi dan IPTEK PP DMI, H. Sugiono menyatakan, program pengembangan ekonomi umat tersebut dilakukan dengan pelatihan dan pembinaan kewirausahaan kecil di kalangan pengurus Dewan Kemakmuran Masjid di wilayah Jabodetabek.

“Pelatihan kewirausahaan ini bekerjasama dengan Perusahaan Gas Negara (PGN), dengan fokus pada penciptaan jiwa interpreneurship yang langsung dapat diterapkan di lapangan. Ini sekaligus sebagai bentuk respon terhadap pemberdayaan masjid, sehingga masjid tak hanya sebagai tempat beribadah, tapi juga fungsi-fungsi lainnya,” ujar Sugiono, Jumat (14/11) di kantor DMI, Menteng, Jakarta Pusat.

Lebih lanjut, dia menjelaskan, besaran pinjaman berkisar antara 2-10 juta per-orang. Sementara dalam prakteknya, pihak PGN membantu sumber pendanaan, sementara pengelolaan dan penyalurannya DMI bekerjasama dengan Bank Syariah Mandiri BSM). Hal ini, kata dia, agar terjaga akuntabilitas dan tertib administrasi.

“DMI memberikan rekomendasi calon nasabah yang telah ditraining, tentunya setelah diverifikasi data-datanya. Rekomendasi itu dikirimkan ke BSM, dengan itu kredit tanpa agunan tersebut dapat dicairkan dan dipergunakan untuk modal usaha,” papar Sugiono.

Hingga saat ini, tambah dia, sudah lebih 150 orang yang diberikan modal usaha. Bidang usahanya pun beragam, seperti ada yang membuka warung sembako, peternakan ikan lele, konveksi (mesin jahit), dan lain sebagainya.

Seperti diketahui, DMI saat ini memang gencar melaksanakan program yang langsung menyentuh dan bermanfaat bagi umat dan masyarakat luas. Selain bidang ekonomi, DMI kini juga menggarap penataan dan pembenahan kualitas akustik masjid, pendirian ribuan sekolah usia dini (PAUD) bekerjasama dengan Kemdiknas, dan pemberdayaan pos kesehatan masjid. (hs)