DMINEWS, JAKARTA — Badan Pembinaan Taman Kanak-Kanak Islam (BPTKI) menargetkan pembangunan fasilitas Pendidikan Anak usia Dini (PAUD) Berbasis Masjid hingga akhir tahun 2014.
Sebagai Badan otonom Dewan masjid Indonesia (DMI), BPTKI telah memiliki 1.650 PAUD berbasis masjid yang tersebar di seluruh Indonesia. Pembangunan PAUD itu adalah tindak lanjut dari kerja sama DMI dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pada 20 November 2012 lalu.
Sekretaris Umum BPTKI, Ir. Jaorana Amiruddin, M.Si, menyatakan Ketua Umum (Ketum) Pimpinan Pusat DMI, Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla, MBA, telah memberikan amanat kepada BPTKI untuk menindaklanjuti Nota Kesepahaman (MoU) antara DMI dan Kemendikbud.
“Sebagai badan otonom DMI, BPTKI mendapat amanat dari Ketua Umum untuk menindaklanjuti MoU tentang Pnyelenggaraan Program PAUD di masjid-masjid di seluruh Indonesia,” tutur Jaorana saat diwawanvcarai DMINews, Sabtu (6/12) pagi di Kantor BPJS DKI Jakarta.
Jaorana diwawancarai di sela-sela acara “Training of Trainers (ToT) Jaminan Kesehatan BPJS Kesehatan kepada DMI”, Sabtu (6/12) pagi, di Kantor BPJS Kesehatan, Jakarta.
Menurutnya, selama tahun 2013, BPTKI telah memfasilitasi program PAUD di 1000 mesjid yang tersebar di seluruh Indonesia. Sedangkan pada 2014, hingga akhir November, program PAUD telah terlaksana di 650 masjid. “Jadi, total program PAUD ada di 1.650 masjid,” tutur Jaorana.
Sesuai target DMi, lanjutnya, BPTKI akan terus menambah program PAUD hingga mencapai 2.000 masjid di seluruh Indonesia sampai akhir tahun 2014.
Jaorana pun menyatakan jumlah guru-guru dan pengurus BPTKI yang mengikuti acara ToT BPJS Kesehatan ini berjumlah 100 orang. “Mereka berasal dari BPTKI perwakilan DKI Jakarta, Kabupaten Lebak (Banten), Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan.
“Adapun 150 orang lainnya ialah pengurus DMI non-BPTKI. mereka adalah perwakilan wilayah DKI Jakarta, Kabupaten Lebak, Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan. Jadi, total peserta ToT BPJS Kesehatan ini berjumlah 250 orang,” jelasnya.
Menurutnya, keikutsertaan guru-guru dan pengurus BPTKI dalam program ToT BPJS Kesehatan ini merupakan bentuk sinergi dengan program-program DMI lainnya. Apalagi, DMI juga sudah memiliki MoU dengan BPJS Kesehatan, Jadi, program-program kerja sama itu dapat bersinergi dan terintegrasi.
Muhammad Ibrahim Hamdani