DMI.OR.ID, Bupati Mamuju, Drs. H. Suhardi Duka, M.M., meresmikan Masjid Pattaropura Suhardi Duka (SDK) yang terletak di dalam kompleks Pondok Pesantren At-Taufik Pattaropura di Desa Topore, Kecamatan Papalang, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) pada Rabu (7/10).

Seperti dilansir dari http://www.parepos.co.id/, dalam peresmian ini turut hadir Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Mamuju, Daud Yahya, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Mamuju, dan beberapa Kepala Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) di Kabupaten Mamuju. Hadir juga Kepala Desa (Kades) dan ratusan masyarakat Desa Topore.

“Masjid dan pesantren berperan penting sebagai pusat peradaban agama Islam karena menjadi tempat untuk mendidik dan membekali anak-anak dengan ilmu agama. Pembangunan masjid ini bertujuan menciptakan keberlanjutan peradaban Islam di Indonesia,” tutur Suhardi pada Rabu (7/10).

Pada zaman dahulu, lanjutnya, pejuang tidak dilahirkan dari sekolah umum, tetapi dari pondok pesantren. Contohnya seperti Hadhratus Syaikh Hasyim Asy’ariKH. Agus Salim, Buya Haji Abdul Karim Amrullah (HAMKA), dan lain-lain.

“Pendidikan itu ada dua, yakni pendidikan umum dan pendidikan pesantren. Di Indonesia, pendidikan umum dinaungi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Kementerian ini ukuran anggarannya lebih besar dibandingkan pos anggaran Kementerian Agama (Kemenag) yang menangani pendidikan pesantren,” paparnya.

Akibatnya, ungkapnya, selama beberapa puluh tahun terakhir kuantitas jumlah pesantren tidak  mengalami peningkatan secara signifikan. Pondok pesantren yang berdiri saat ini disebabkan dasar inisiatif serta peran tokoh agama dan para kyai untuk membangun pesantren.

“Begitu pun dengan Ponpes At Taufik Pattaropura yang keberadaannya disebabkan inisiatif dari tokoh agama yang ada di Desa itu. Kalau tidak ada tokoh agama, tidak akan ada pesantren yang berdiri di tempat ini,” tegasnya.

Ketua Yayasan At-Taufik Ponpes Pattaropura SDK, di Desa Topore, Muh Ahsin Hamid S.Pd.I., menyampaikan rasa syukur dan terima kasih pesantren karena bupati telah meluangkan waktu untuk meresmikan masjid di Ponpes ini, termasuk bangunan Masjid yang berdiri di kompleks.

“Sekedar diketahui, nama Pattaropura diambil dari nama Bupati Mamuju pertama, sedangkan SDK merupakan akronim atau singkatan dari nama Bupati Mamuju periode, 2005-2010  dan 2010-2015, Suhardi Duka,” jelasnya.

Menurutnya, Bupati SDK merupakan penyantun pertama untuk pesantren ini pada tahun 2006 silam dengan dana pribadi.

Acara berlanjut dengan pengguntingan pita oleh Bupati Suhardi sebagai tanda peresmian penggunaan rumah ibadah Masjid Pattaropura Suhardi Duka (SDK). Momentum ini juga dimanfaatkan pihak pesantren sebagai rangkaian pelepasan Bupati H.Suhardi Duka  yang masa jabatannya berakhir 8 Oktober 2015.