DMI.OR.ID, JAKARTA – Sejak awal Nabi Muhammad kecil sudah dipelihara Allah dari kemusyrikan yang banyak dilakukan kaumnya. Tidak satu kalipun Muhammad pernah menyembah berhala, meskipun saat itu Allah belum memberi dia wahyu dan gelar kenabian.

Padahal waktu kecil, Muhammad yang dirawat pamannya, Abu Thalib, kerap dipaksa untuk menyembah berhala.

“Sang paman memarahi karena ia menolak memberi hormat kepada berhala, tidak menyucikan dan tidak menyebutnya dengan sebutan baik,” jelas buku Bilik-Bilik Cinta Muhammad karya Nizar Abazhah, Sabtu (20/6).

Abu Thalib pun mengadukan perlakuan Muhammad kepada kerabatnya, Muhammad pun kembali kena omelan. Suatu kali Muhammad diajak untuk ikut upacara tahunan Bawwanah, upacara ritual semalam suntuk menyembah patung besar.

Setelah terus dibujuk, Muhammad menurut. Meskipun sebenarnya Muhammad
sudah berniat kabur dari tempat itu.

Di tengah upacara khidmat, Muhammad kecil menghilang. Abu Thalib panik. Dia mencari di penjuru tempat, ditemukan lah Muhammad di pojok rumah dengan muka pucat dan tubuh menggigil.

“Kamu kenapa keponakanku apa yang menimpamu,?”tanya pamannya.

“Aku takut setan menggangguku?” jawab Muhammad.

“Kenapa? Apa yang terjadi padamu?”tanya bibi Muhammad.

Muhammad menjawab,”Setiap mendekati berhala yang berdampingan dengan berhala besar, Bawwanah, aku selalu melihat sosok lelaki putih panjang berdiri di depanku sambil menyeru: Awas! Di belakangmu, Muhammad jangan sentuh dia!”

Setelah itu baik Abu Thalib maupun bibinya tidak lagi menyuruh Muhammad menyembah berhala. Mereka pun sadar bahwa ada sesuatu di balik sosok Muhammad kecil. Paman dan bibinya percaya Muhammad bukan sekadar anak biasa. Kendati demikian, mereka semakin sayang kepada Muhammad, bahkan Abu Thalib menjadi yang terdepan saat membela Muhammad.

Hamdani/merdeka.com