DMINEWS, JAKARTA – Arsitektur masjid harus memperhatikan kearifan dan lanskap di daerah masjid itu berada agar bangunann masjid menjadi indah, nyaman, aman, trendi dan praktis bagi pengrus, jamaah dan masyarakat setempat.

Hal ini penting mengingat Indonesia termasuk kategori negara beriklim tropis dengan dua musim, yakni musim penghujan dan kemarau, serta dipengaruhi berbagai arsitekrut masjid dunia, baik dari timur tegah maupun Spanyol (Andalusia).

Sekretaris Jenderal (Sekjend) Pengurus Pusat (PP) Dewan Masjid Indonesia (DMI), Drs. H. Imam Addaruqutni, MA, menyatakan hal itu dalam kunjungan PP DMI ke kantor redaksi Harian Umum Republika, Jum’at (6/3) sore.

“Arsitektur masjid harus memperhatikan suasana (kearifan) dan lanskap lokal dimana masjid itu berdiri. Misalnya, perlu antisipasi terhadap format pembangunan masjid dengan model konservatif, yakni bagian serambi, ruangan utama (sholat) dan toilet atau tempat berwudhu. Umumnya masjid di daerah-daerah seperti itu,” tutur Imam.

Apalagi sebagai negara berkategori iklim tropik, lanjutnya, Indonesia memiliki dua musim utama, yakni penghujan dan kemarau. Dampaknya, kalau menggunakan AC akan boros listrik karena suhu udara yang panas di musim kemarau. Lalu, atap masjid sering bocor karena terken air hujan. “Hal ini perlu diantisipasi,” tuturnya.

DMI, jelasnya, juga ingin membangun masjid sehat dan ramah lingkungan bagi pengurus, jamaah dan masyarakat di seitarnya. Jadi, perlu adanya klinik kesehatan atau Puskesmas di halaman masjid. Masjid juga harus menjadi pusat aktivitas ekonomi bagi masyarakat di sekitarnya. “Kami ingin memberdayakan ekonomi umat berbasis masjid,” jelasnya.

“DMI ingin masyarakat dapat melakukan konsultasi kesehatan dan aktivitas ekonomi di halaman masjid. Jadi, masjid menjadi semakin makmur, saat Maghrib dan sesudah Isya pun masjid terus terbuka dan padat dengan aktivitas masyarakat,” ungkapnya.

Hal ini, jelasnya, seyogyanya menjadi pertimbangan para arsitek dalam mendesain arsitektur masjid. Tentu hal ini menjadi poin utama dalam penilaian sayembara arsitektur masjid yang insya Allah akan diumumkan pemenangnya pada Mei 2015 mendatang, bersamaan dengan peluncuran website DMI, www.dmi.or.id.

Imam pun berharap Harian umum Republika dapat mendukung penuh kegiatan DMI dengan menjadi meida partner, bersama-sama dengan mitra DMI lainnya seperti Ikatan Arsitektur Indonesia (IAI) dan Indonesian Syiar Network (ISN).

Mengutip perkataan Ketua Umum PP DMI, Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla, MBA, Imam pun menyatakan terdapat sekitar 100 juta ummat Islam yang secara bersama-sama menunaikan ibadah wajib sholat Jum’at dari wilayah Aceh hingga Papua, dari Miangas hingga Pulau Rote.

“Jadi, Lomba Desain Arsitektur Masjid LDAM) ini tentu akan berpengaruh besar terhadap pembangunan masjid-masjid di Indonesia, sekaligus sebagai ladang amal yang besar bagi DMI, ISN, IAI, PT. Telkom dan Republika serta mitra-mitra lainnya untuk berkontribusi,” pungkasnya.

Sementara Sekretaris Bidang Komunikasi, Informasi (Kominfo) dan Hubungan Luar Negeri (Hublu) PP DMI, Hery Sucipto, menyatakan harapannya agar Harian Umum Republika dapat memberikan space khusus yang membahas tentang masjid.

“Mudah-mudahan ada space khusus di Republika yang membahas tentang masjid, mungkin bisa satu halaman penuh, setengah halaman atau seperempat halaman, khususnya selama bulan Ramadhan nanti,” tutur Hery.

Dalam pertemuan itu, PP DMI diwakili oleh Sekretaris Jenderal (Sekjend), Drs. H. Imam Addaruqutni, MA, Sekretaris Bidang (Sekbid) Komunikasi, Informasi (Kominfo) dan Hubungan Luar Negeri PP DMI, Hery Sucipto, dan Editor Website DMI, Muhammad Ibrahim hamdani.

Sementara dari Pimpinan Redaksi Republika, hadir antara lain Redaktur Pelaksana (Redpel) Koran, Subroto, Asisten Redpel, Johar Arief dan Heri Ruslan, Sekretaris Redaksi, Hamidah Sagaff, serta Staf Redaksi, Muhammad Hafil dan Didi Purwadi.

Pertemuan ini dihadiri pula oleh mitra-mitra DMI, yakni Indonesian Syiar Network (ISN) dan PT. Telkom. Dari ISN, hadir dua aktivis seperti Farhana Nahdi dan Eki Johana Rahman. Sedangkan PT. Telkom diwakili General Manager (GM) Digital Home & Life PT Telkom – Divisi Digital Business, Agus Suhartono.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani