DMI.OR.ID, BULUNGAN – Pimpinan Daerah (PD) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara), menyelenggarakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) II pada Jumat (26/8) malam di Ruang Kerukunan Umat Beragama (KUB), Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bulungan.

Seperti dikutip dari laman www.bulungan.go.id/, Rakerda II DMI Kabupaten Bulungan ini mencakup sejumlah agenda, yakni membahas ketentuan tentang fadhu kifayah (ibadah wajib), pembuataan dokumentasi tentang khotbah Salat Jumat dan Salat Idul Fithri secara berkala, dan sejumlah rekomendasi lainnya.

Dalam sambutannya Ketua PD DMI Kabupaten Bulungan, H. Ubid Badruni, S.H., menyatakan DMI memiliki fungsi ganda, yakni sebagai pusat ibadah ummat Islam sekaligus pusat kegatan sosial.

“Sejak DMI terbentuk pada tahun 1972, DMI memiliki fungsi ganda, yakni sebagai pusat ibadah dan kegiatan sosial. DMI juga turut membidani kelahiran Majelis Ulama Indonesia (MUI). Bahkan sejak tahun 1985, DMI telah menjadi anggota dewan masjid dunia,” tutur Ubid pada Jumat (26/8) malam.

DMI Kabupaten Bulungan, lanjutnya, telah berusia sekitar satu tahun. Melalui Rakerda II ini, semoga DMI semakin mampu mewujudkan fungsi masjid sebagai pusat pembinaan iman serta pemberdayaan ekonomi umat, baik secara formal maupun informal.

Saat ini, lanjutnya, terdapat 48 masjid, serta 147 langgar, dan musholla di Kabupaten Bulungan. Sedangkan jumlah khatib, Imam, dan Bilal sudah mencapai jumlah 2.000 orang di seluruh Kabupaten Bulungan.

“Itu sebabnya pelaksanaan Rakerda II turut dirangkai dengan pelatihan Imam, Khotib, dan Bilal se-Kabupaten Bulungan pada Jumat (26/8) hingga Ahad (28/8) nanti,” ungkapya.

Adapun peserta acara, lanjutnya, terdiri dari Pengurus Cabang (PC) DMI sebanyak 30 orang, dan masing-masing kecamatan sebanyak tiga orang, serta pengurus DMI sebanyak 10 orang. Sedangkan narasumber acara berasal dari Islamic Center Samarinda, Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Bulungan, dan Kantor Kemenag Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

“Adapun materi pelatihan berupa kampanye anti narkoba dan penggunaan pengeras suara sesuai dengan pedoman Kemenag. Termasuk berdirinya Baitul Maal wat Tamwil (BMT) yang saat ini masih dalam pembenahan. Ini seperti koperasi bagi umat Islam,” jelasnya.

Menurutnya, saat ini BMT Bulungan memiliki 80 anggota dengan penyertaan modal sebesar Rp 80 juta yang berasal dari pendaftaran keanggotaan masing-masing sebesar Rp 1 juta, dan Iuran bulanan sendiri sebesar Rp 100 ribu.

“Pembukaan rakerda DMI juga dirangkai dengan penandatangan penyertaan modal sebesar Rp 300 juta dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bulungan kepada BMT Kabupaten Bulungan,” ujarnya.

Ubid juga berharap agar BMT bisa terus berkembang di masa depan, baik dari jumlah anggota maupun jumlah penyertaan modal. “Semoga BMT bisa terus besar hingga seperti bank bagi umat Islam,” ucapnya.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani