DMINEWS, JAKARTA – Secara prinsipiil, Pengurus Pusat (PP) Dewan Masjid Indonesia (DMI) sangat mendukung respon dan kebijakan cepat Wakil Presiden (Wapres) RI, Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla, yang memerintahkan pemblokiran website penyebar ajaran terorisme. Pasalnya, terorisme, radikalisme dan ekstrimisme itu jelas dan nyata-nyata bertentangan dengan prinsip-prinsip ajaran Islam.

Sekretaris Pengurus Pusat (PP) Dewan Masjid Indonesia (DMI), Dr. H. Munawar Fuad Noeh., MA, menyatakan hal itu saat diwawancarai DMINEWS, Rabu (1/4) petang di Kantor PP DMI, Jakarta.

“Website atau media yang menyebarkan ajaran terorisme secara jelas dan nyata harus diblokir. Pasalnya, ajaran terorisme, radikalisme dan ekstrimisme jelas mengandung niai dan materi yang bertentangan dengan prinsip-prinsip ajaran Islam,” tutur Munawar.

Menurutnya, konten atau berita yang menyebarkan terorisme jelas mengandung upaya-upaya radikalisasi, fitnah, ajaran provokasi dan adu domba terhadap siapa pun sehingga patut diblokir oleh pemeirntah.

Konten atau berita-berita seperti itu, lanjutnya, sangat bertentangan dengan ajaran Islam yang Rahmatan lil A’lamin, tenang, sejuk dan memberikan kalimatun sawa’ atau jalan tengah terhadap masalah-masalah yang ada.

“Jika ada media sesuai dengan prinsip-prinsip ajaran Islam, justru wajib didorong dan dipublikasikan sebagai syiar dan dakwah Islam,” ungkapnya.

Sementara tindakan super cepat Wapres Kalla, paparnya, memang sangat diperlukan karena media yang menyebarkan ajaran terorisme, aliran sesat dan paham sesat terbukti dimulai dari media sosial, media online atau media digital.

“Menurut data kepolisian, penyebaran paham sesat, aliran sesat dan interaksi jaringan teroris dimulai dari eksplorasi dan pengkondisikan media-media sosial,” pungkasnya.

Sebelumnya, Wapres Kalla yang juga Ketua Umum (Ketum) PP DMI telah memerintahkan Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo), Rudiantara, untuk bertindak tegas memblokir situs-situs penyebar radikalisme, ekstrimisme dan terorisme. Hal ini bertujuan agar paham-paham sesat tidak semakin meluas.

“Kalau itu (situs) jelas ekstrem, otomatis diblokir. Dimana pun harus diambil tindakan itu supaya jangan menyebar,” tutur Wapres Kalla pada Selasa (31/3), seperti dikutip dari laman http://nasional.kompas.com/.

Wapres Kalla menyatakan hal itu saat menanggapi situs-situs yang diusulkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) untuk diblokir.

 

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani

Keterangan Foto: Dr. H. Munawar Fuad Noeh, MA.