DMINEWS, KUALA KAPUAS — Pengurus Cabang (PC) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), selenggarakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) pada Selasa, 18 Februari 2014 silam.

Seperti dilansir http://www.kapuaskab.go.id, Rakerda PC DMI Kabupaten Kapuas masa bakti 2014-2019 diselenggarakan di Majelis Ta’lim Asmaul Husna Handel Marhanang, Kapuas Timur. Majelis Ta’lim ini dibina oleh H. Muhajirin yang juga Wakil Bupati (Wabup) Kapuas.

Dalam sambutannya, Bupati Kapuas,  Ben Brahim S. Bahat, yang diwakili Staf Ahli, H. Masrani, menyambut baik pelaksanaan Rakerda DMI Kabupaten Kapuas.

“Saya meminta seluruh pengurus agar memaksimalkan fungsi masjid, terutana sebagai sarana ibadah,” tutur Ben Brahim yang juga Dewan Pembina DMI Kabupaten Kapuas.

Hendaknya, lanjut Ben, pengurus DMI lebih mengutamakan persatuan dan kesatuan di atas kepentingan pribadi serta tidak mudah terhasut dengan isu-isu yang menyesatkan.

Sementara Ketua DMI Kabupaten Kapuas, H. Parhani, menyatakan Rakerda DMI yang berlangsung sehari itu telah menghasilkan program prioritas jangka pendek.

Program-program itu, paparnya, seperti konsolidasi organisasi hingga ke tingkat kecamatan dengan melakukan safari Jum’at, menggairahkan dan menghidupkan TK Al-Qur’an serta pengajian ibu-ibu pada hari tertentu.

Adapun struktur PC DMI Kabupaten Kapuas dilengkapi dengan wakil-wakil ketua, sekretaris, bendahara, bidang organisasi, diklat dan pengkaderan, hukum dan wakaf, usaha pemberdayaan ekonomi umat, kepemudaan dan remaja, kesehatan dan lingkungan, pemberdayaan perempuan, humas, dan publikasi perpustakaan serta jaringan informasi masjid.

Menariknya, Rakerda itu juga menyepakati besaran iuran anggota yang disetor setiap bulan. Aturan ini sejalan dengan Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) DMI agar lebih mandiri dalam mengelola program.

“Iuran anggota ini semata-mata bertujuan untuk lebih memakmurkan masjid melallui berbagai kegiatan ibadah dan kemasyarakatan untuk anak, remaja dan orang tua,” ungkap Parhani.

Terdapat pula program penerbitan rutin buletin Jum’at, yang disebarkan ke masjid-masjid serta segera merekomendasikan pengaturan penggunaan pengeras suara di masjid dan mushala atau langgar.

Hal ini penting untuk lebih mengutamakan toleransi kehidupan bermasyarakat dan beragama. Bahkan, dalam jangka panjang DMI akan mendirikan radio media dakwah.

Terkait hal ini, Pengurus DMI yang juga Kepala Bagian (Kabag) Hubungan Kemasyarakatan dan Program (Humaspro) Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Kapuas, Suwarno Muriyat, telah mengatur jadwal siaran RKPD Suara Kapuas setiap menjelang maghrib.

Isi siaran berupa ceramah agama Islam dengan penceramah dari pengurus DMI Kabupaten Kapuas.

“Siaran pembinanan rohani juga dijadwalkan untuk saudara kita yang beragama Kristen Protestan dan Katholik dihari minggu, sedangkan Hindu, Budha dan Kaharingan akan kami musyawarahkan dengan pimpinan masing-masing agama” pungkas Suwarno.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani