DMINEWS, KULONPROGO – Pengurus Daerah (PD) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Kulonprogo menyelenggarakan “Pembinaan dan Musyawarah Daerah (Musda) Tahun 2015″ di Wates pada Sabtu (4/4).

Seperti dikutip dari laman http://krjogja.com, acara ini dihadiri oleh Ketua Pengurus Wilayah (PW) DMI Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Prof. Dr. H. Muhammad, M.Ag, dan Bupati Kulonprogo, dr. H. Hasto Wardoyo SpOG (K).

Acara ini berlangsung di aula Kementerian Agama (Kemenag) Kecamatan Wates pada Sabtu (4/4) dan mengambil tema “memakmurkan masjid dan dimakmurkan masjid”.

Dalam sambutannya, Bupati Kulonprogo menyatakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo belum mempunyai masjid agung.

“Selama ini, masjid agung yang ada di Wates secara legal formal bukan milik pemkab, sehingga kami kesulitan mendanai lebih banyak untuk perbaikan masjid dan lainnya,” tutur Hasto pada Sabtu (4/4).

Agar bisa dibiayai pemkab melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), lanjutnya, maka harus ada penyerahan aset dari takmir masjid agung kepada Pemkab.

“Jadi, Surat Keputusan (SK) tentang kepemilikan pemkab bisa segera diproses dan proses rehab untuk masjid agung bisa dianggarkan dalam tahun 2016,” paparnya.

Menurutnya, Pemkab Kulonprogo sangat terbantu dengan keberadaan masjid dalam rangka syiar dan dakwah. Namun, Pemkab pun prihatin karena masih kurangnya penghafal Alquran.

Hasto pun berharap satu desa memiliki penghafal Quran-nya sehingga dapat menjadi imam dan ke depannya ditingkatkan lagi menjadi satu pedukuhan satu penghafal Quran.

Sementara Ketua Penyelenggara, Arif Sudarmanto, SH, menyatakan pengurus DMI dan kegiatannya selama ini belum maksimal.

“Mudah-mudahan, dengan pergantian kepengurusan bisa lebih maksimal sehingga nanti bantuan pemkab untuk masjid juga akan meningkat,” pungkasnya.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani