DMI.OR.ID, JAKARTA РPimpinan Pusat (PP) Dewan Masjid Indonesia (DMI) telah memberikan bantuan sebanyak satu juta liter air bersih kepada warga di Kota Gaza, Palestina, pada Selasa (15/9). Warga Gaza sedang mengalami krisis ekonomi pasca pemberlakuan lockdown (isolasi wilayah) akibat pandemi Corona Virus Desease 2019 (COVID-19).

Seperti dikutip dari laman https://www.antaranews.com/, informasi ini dibenarkan oleh sukarelawan Indonesia di Gaza, Abdillah Onim, yang juga Ketua Lembaga Sosial Kemanusiaan Nusantara Palestina Centre (NPC), pada Rabu (16/9) pagi, saat menghubungi Antara dari Kota Gaza.

“Bantuan air minum itu dari dermawan asal Indonesia, yakni dari Wakil Ketua Umum PP Dewan Masjid Indonesia yang juga mantan Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri), Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi (Pol.) Purnawirawan (P). Drs. H. Syafruddin, M.Si.,” tutur Abdillah Onim.

Menurutnya, bantuan air minum dari Wakil Ketua Umum (Waketum) PP DMI itu menjadi angin segar bagi warga sipil Kota Gaza di setiap pelosok desa.

“Adapun lokasi distribusi bantuan air minum itu ialah di Bait Lahiya, Gaza Utara, di Deir Balah, Gaza Tengah, di Jabaliya, Gaza Utara, di Khan Yunis, Gaza Selatan, dan di Al-Mugraqa, Gaza Tengah,” papar Abdillah Onim.

Sedangkan jumlah penerima manfaat bantuan, ucap Abdillah Onim, mencapai 550 kepala keluarga (KK) dengan waktu pendistribusian air bersih selama empat hari oleh Lembaga Sosial Kemanusiaan NPC. “NPC merupakan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) filantropi yang peduli pada bidang kemanusiaan di Palestina,” ungkapnya.

“NPC memiliki kantor pusat di Kramat Jati, Jakarta, dan mempunyai tim kerja di pusat Kota Gaza dengan wilayah kerja Gaza, Yordania, Yerusalem dan Tepi Barat. Kami juga mendapat amanat untuk menyalurkan bantuan air bersih dari Bapak Syafruddin kepada warga Gaza,” jelas Abdillah Onim,

Selain itu, Abdillah Onim pun menjelaskan situasi terkini di kota Gaza, khususnya masalah kemiskinan yang dihadapi penduduk. “Jalur Gaza memiliki luas wilayah 367 km persegi dan jumlah populasi sebesar 2.000.000 jiwa. Sebanyak 87 persen penduduk hidup di bawah garis kemiskinan,” ucapnya.

87 persen penduduk di Jalur Gaza, lanjutnya, mengandalkan bantuan dari negara-negara donor untuk kebutuhan makanan dan minumannya, terutama bantuan dari rakyat Indonesia.

“Kemiskinan merajalela di kawasan itu sejak 2007. Penyebab utamanya ialah blokade (pengepungan) yang diberlakukan oleh otoritas Zionis Israel, ditambah lagi pandemi COVID-19 saat ini. Akibatnya, situasi warga Gaza semakin terpuruk karena minimya bantuan kemanusiaan bagi mereka,” ujarnya.

Editor: Muhammad Ibrahim Hamdani