DMI.OR.ID, SURABAYA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) sepatutnya benar-benar berperan sebagai fasilitator kepentingan dan aspirasi ummat Islam, sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah agar pemerintahan berjalan sesuai dengan aspirasi ummat.

Harapan ini diungkapkan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pimpinan Pusat (PP) Dewan Masjid Indonesia (DMI), Drs. H. Imam Addaruqutni, MA, pada Rabu (26/8) petang, saat diwawancarai DMI.OR.ID di Hotel Grand Palace, Surabaya, Jawa Timur (Jatim), di sela-sela kegiatan Musyawarah Nasional (Munas) IX.

“Sesuai dengan fithrah (asal-usul) dan marwah (martabat)-nya, saya kira MUI sepatutnya menjadi wadah aspirasi ummat Islam sekaligus sebagai mitra strategis pemerintah. Peran MUI ini sangat strategis bagi ummat Islam di Indonesia, khususnya pasca era orde baru,” tutur Imam pada Selasa (25/8).

DMI, lanjutnya, berharap kepengurusan baru MUI pasca Munas IX ini dapat terus mempertahankan fithrah dan marwah DMI ini. Peran MUI saat ini jauh lebih baik dibandingkan era sebelumnya, terutama di masa Orde Baru.

“Sebagai mitra strategis, MUI perlu menjaga hubungan baik dengan pemerintah. Namun MUI pun harus menjalankan fungsinya sebagai wadah aspirasi dan kepentingan ummat, termasuk mengendalikan jalannya pemerintahan agar sesuai dengan keinginan rakyat,” paparnya.

Apalagi Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo, telah mengakui MUI berperan penting sebagai mitra  strategs pemerintah. “Pernyataan seperti ini tidak pernah diungkapkan pada masa-masa yang lalu,” jelas Imam.

Imam juga menceritakan latar belakang lahirnya MUI di era Orde Baru, yakni keinginan pemerintahan saat itu untuk mengendalikan ummat agar sesuai dengan keinginan pemerintah. “Tujuannya ialah bagaimana agar ummat Islam dapat dikendalikan oleh pemerintah melalui MUI,” ungkapnya.

“Perkembangan MUI dalam dua tahun ini sudah baik, yakni bagaimana agar ummat Islam ikut mengendalikan pemerintahan agar berjalan sessuai dengan kepentingan dan aspirasi masyarakat,” .

Imam pun menilai peran MUI dalam dua tahun terakhir ini berjalan cukup baik. Pasalnya, sebagai payungnya ummat, program-program MUI telah berjalan sesuai dengan rencana dan keinginan ummat.

“Alhamdulilah, semua pengurus MUI sudah berangkat dengan hati yang tulus. Tidak ada gejolak, atau pembahasan dan perdebatan materi yang berjalan alot dalam Munas IX MUI ini. Bahkan ada semangat baru dengan menambahkan beberapa program kerja MUI” jelasnya.

Imam pun menganggap Munas IX ini sangat penting karena akan menentukan kepemimpinan MUI dalam masa lima tahun ke depan, periode 2015-2020.

“Pemilihan Ketua Umum MUI itu penting, termasuk penyusunan kepengurusan MUI oleh tim formatur agar para pengurus terpilih bisa mengambil peran terbaiknya. Mudah-mudahan DMI bisa menjadi tim formatur untuk turut aktif menyusunan kepengurusan MUI,” tukasnya.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani