DMI.OR.ID, JAKARTA – Penyalahgunaan Narkotika dan Obat-Obatan Terlarang (Narkoba) hanya menimbulkan beban bagi masyarakat, bangsa dan negara Indonesia. Bahkan kerugian yang dialami bangsa Indonesia mencapai triliunan rupiah. Jadi, harus ada keseriusan untuk memerangi penyalahgunaan narkoba sebagai musuh bersama.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pimpinan pusat (PP) Dewan Masjid Indonesia (DMI), Drs. H. Imam Addaruquthni, MA., menyatakan hal itu pada Rabu (25/11) pagi, saat memberikan sambutan dalam kegiatan Pemberdayaan Peran Serta Masyarakat di Lingkungan Pendidikan Informal dan Upaya P4GN di Hotel Mega Proklamasi, Jakarta.

“Harus ada peningkatan kapasitas bagi para u’lama, kiai, muballigh, muballighah, ustadz, dan ustadzah untuk memerangi penyalahgunaan Narkoba dan memikirkan berbagai problematika bangsa. Hal ini harus kita laksanakan dengan serius,” tegas Imam pada Rabu (25/11 pagi.

Menurutnya, para u’lama, kiai, muballigh, ustaz, dan ustadzah harus meningkatkan ilmu pengetahuan dalam perjuangan multi fase (dimensi) melawan penyalahgunaan Narkoba. “Dalam konteks ini, majelis taklim menjadi garda terdepan dalam melawan penyalahgunaan Narkoba,” paparnya.

“Kita benar-benar tercengang saat mengetahui fakta peredaran gelap Narkoba di Indonesia. Kalau kita tidak berhasil melawan penyalahgunaan Narkoba, negara ini akan runtuh dan bangsa kita akan hancur. Proses tumbuh-kembang bangsa Indonesia dapat dihancurkan oleh narkoba,” tegasnya.

Dalam upaya Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), lanjutnya, ceramah dan khutbah kita ke depan harus lebih berwarna dan bervariasi. Jadi, tidak sekedar membahas persoalan surga dan negara.

“Dakwah, khutbah, dan ceramah kita harus dipadu dan digabung dengan semangat perubahan dan pemberantasan penyalahgunaan Narkoba. Jangan sampai geberasi muda kita diserang oleh penyalahgunaan Narkoba. Sebagai fasilitator, DMI harus ambil peran itu, harus ada kajian terus-menerus terkait hal ini,” ungkapnya.

Imam pun berpesan agar seluruh komponen bangsa menjaga bonus demografi yang sedang dialami bangsa Indonesia. Penduduk usia produktif harus berada dalam kondisi aman dan baik, jangan sampai diserang penyalahgunaan Narkoba. “Narkoba itu ancaman berat bagi peradaban ummat Islam di dunia. Jika hal ini terlaksana, maka generasi lanjut hanya tinggal Tut Wuri Handayani saja,” jelasnya.

Penulis: muhammad Ibrahim Hamdani