DMI.OR.ID, PALU – Pimpinan Daerah (PD) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Palu mencatat bahwa terdapat 95 masjid yang rusak akibat musibah bencana alam berupa gempa bumi, tsunami, dan likuifaksi yang melanda kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), pada jumat (28/9)

seperti dikutip dari laman https://www.antaranews.com/, Ketua PD DMI Kota Palu, H. Mohammad Iqbal Andi Magga, S.H., menyatakan hal itu pada Rabu (17/10),

“Terima kasih bagi ustaz dan takmir yang sudah mengirimkan data dan foto masjid yang rusak terdampak gempa, tsunami, dan likuifaksi. Saat ini, data tersebut diprosesdi Kementerian Agama (Kemenag) untuk mendapatkan perhatian dan bantuan pemerintah,” papar Iqbal Andi Magga pada Rabu (17/10).

Hingga saat ini, lanjutnya, DMI Kota Palu bersama-sama dengan Kemenag Kota Palu masih terus mendata masjid-masjid yang rusak. “Salah satu caranya ialah dengan mengambil foto bangunan masjid yang rusak,” imbuhnya.

“DMI Kota Palu memperkirakan sedikitnya terdapat 127 bangunan masjid yang mengalami kerusakan di Kota Palu. “Jumlah itu sekitar 40 persen dari total masjid yang ada di seluruh kota Palu,” ungkapnya.

“Sebagian masjid yang terdata rusak, terutama rusak parah, berlokasi di Kecamatan Palu Barat dan Palu Selatan. Masjid-masjid yang rusak itu nanti akan diperbaiki dan dibangun kembali melalui dana bantuan Kementerian Agama (Kemenag) RI,” ucapnya.

Adapun kategori kerusakan masjid, lanjutnya, meliputi rusak ringan, sedang dan berat. Definisi masjid rusak berat ialah masjid itu sudah tidak dapat digunakan lagi. “Ini yang diprioritaskan untuk dibangun kembali,” tutur Iqbal Andi Magga.

DMI Kota Palu juga mengakui belum adanya pendataan tentang Imam dan Takmir masjid yang meninggal dunia akibat bencana alam. “Minta tolong kalau ada yang mengetahui atau ada informasi tentang Imam atau takmir masjid yang meninggal saat gempa dan tsunami, dapat menghubungi untuk didata,” pintanya.

Menurutnya, DMI Pusat juga akan menyalurkan bantuannya bagi ahli waris dari para Imam dan Takmir masjid yang meninggal dunia akibat bencana alam gempa bumi, tsunami, dan likuifaksi yang melanda Sulawesi Tenggara.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani