DMI.OR.ID, JAKARTA – Pimpinan Pusat (PP) Dewan Masjid Indonesia (DMI) menyambut baik terbentuknya Indonesian Society for Organization of Islamic Cooperation (ISOIC) pada Senin (29/9) pagi di Masjid Istiqlal, Jakarta. Organisasi ini dipimpin oleh Dr. KH. Muhammad Muzammil Basyuni yang juga Ketua Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal (BPPMI).

Acara ini turut dihadiri Ketua PP DMI Bidang Sarana, Hukum dan Waqaf, Drs. H. Muhammad Natsir Zubaidi, serta sejumlah mantan Duta Besar RI untuk negara-negara di Timur Tengah dan negara-negara yang tergabung dalam Organisai Konferensi Islam (OKI).

Dalam sambutannya, Kiai Muzammil Basyuni menyatakan bahwa ISOIC merupakan gerakan masyarakat Indonesia yang peduli terhadap OKI. ISOIC bersifat majemuk dengan keanggotaan bersifat inklusif dan terbuka bagi seluruh masyarakat Indonesia.

“Silaturrahim ini insya Allah akan dilanjutkan pada silaturrahim selanjutnya agar keberadaan ISOIC dapat memberikan kontribusi positif bagi Indonesia dan dunia. Adapun syarat keanggotaan ialah mereka yang memiliki concern (perhatian khusus) terhadap keberadaan OKI,” tutur Kiai Basyuni pada Senin (29/9) di Masjid Istiqlal, dalam rilis yang diterima DMI.OR.ID.

Menurutnya, ide pembentukan ISOIC ini terihami (terinspirasi) dari pidato Bapak Wakil Presiden (Wapres) RI, DR. H. Muhammad Jusuf Kalla, dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) OKI ke 13 di Istanbul, Turki.

“Inti pidato Wapres Jusuf Kalla ialah OKI tidak bisa memainkan perannya karena ada ego sektarian yang besar,” ungkapnya.

Saat ini, lanjutnya, masyarakat Muslim dunia berjumlah sekitar 1,5 milyar, artinya sekitar 25 persen dari keseluruhan populasi dunia. Jumlah populasi ini sangat signifikan dan dapat mempengaruhi keamanan dunia.

“Interdependensi (saling ketergantungan) yang dialami ummat Islam membuat satu peristiwa sangat berpengaruh terhadap peristiwa lainnya,” jelasnya.

Terkait hal ini, ujarnya, Republik Indonesia (RI) memiliki kesempatan untuk memperbesar kontribusinya di dunia karena Indonesia memiliki credential (peran dan posisi penting), yakni demokrasi yang stabil dan wajah Islam yang rahmatan lil a’lamin.

“Berbagai peristiwa politik juga berlangsung lancar di Indonesi. Semuanya terselenggara dengan damai dan sejuk,” ucapnya.

ISOIC, paparnya, mengharapkan dukungan penuh dari pemerintah, khususnya Kementerian Luar Negeri, agar dapat memberikan kontribusi lebih besar bagi Indonesia dan dunia dan bagi Dunia Islam pada umumnya.

Dalam kegiatan ini, turut hadir dan memberikan sambutan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI, Dr. H. Abdurrahman Mohammad Fachir.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani