DMINEWS, Jakarta – Tragedi horror penembakan orang tak bertanggung jawab di kantor majalah satire Charlie Hebdo, Selasa kemarin, dan menewaskan 12 orang, termasuk pemred majalah tersebut, dinilai sebagai tindakan paling buruk sejak empat dekade, di Perancis.

Menurut Sekjend Dewan Masjid Indonesia (DMI), Imam Addaruquthni, pemberitaan dan pemuatan berita yang tendensius dan menghina Islam tidak akan terjadi jika awak dan pengelola majalah tersebut taat pata asas dan etika jurnalistik.

“Itu akibat Charlie Hebdo tidak mengindahkan nilai-nilai moral dan asas dalam penulisan jurnalistik. Mereka tidak memikirkan perasaan umat Islam yang ajaran agama dan pemimpinnya (Muhammad) dilecehkan. Saya kira, agama manapun jika dihina dan dilecehkan, penganutnya pasti marah,” ujar Imam kepada DMINEWS, Kamis (8/1).

Menurutnya, kejadian tersebut dapat mengganggu hubungan baik yang dibangun selama ini, antara dunia Islam dan Barat. Perasaan terlukai dunia Islam, menurutnya, dapat dipahami. Bahkan, kata dia, bukan hanya umat Islam, tapi juga umat agama lain merasa terganggu dan tak membenarkan pelecehan agama dan kemanusiaan.

Sementara itu, Presiden Liga Katolik Amerika Bill Donahue mengatakan, pihak yang bertanggung jawab atas insiden penembakan terhadap kantor majalah Charlie Hebdo di Prancis yang menewaskan 12 orang itu adalah penerbit majalah tersebut. Menurutnya, majalah Charlie Hebdo telah membuat umat Islam geram dengan tindakan “konyol” yang dilakukan oleh mereka.

“Muslim berhak marah kepada Charlie Hebdo karena melakukan intoleransi kepada umat Islam dengan menghina Nabi Muhammad,” kata Donohue seperti dikutip New York Daily Mail, Kamis (8/1).

Donohue mengecam tindakan penembakan yang terbilang sadis tersebut. Dalam penembakan tersebut, dikabarkan 12 orang tewas, salah satunya seoerang polisi Muslim yang tengah berpatroli. Menurut Donohue, Editor Charlie Hebdo, Stephane Charbonnier memiliki etika yang buruk dengan menghina Nabi Muhammad yang ia gambarkan melalui kartun. “Ini adalah akibat dari tindakannya dahulu saat menyakiti hati seluruh umat Muslim di dunia,” ujar Donohue.

“Nabi Muhammad tidak sakral bagi diri saya, tapi saya juga tidak akan pernah melakukan penghinaan terhadap Nabi Muhammad yang dapat menyakiti umat Islam,” ujar Donohue.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani