DMI.OR.ID, JAKARTA – Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, H. Anies Rasyid Baswedan, Ph.D., telah secara resmi melepas keberangkatan 147 marbot masjid dan tujuh orang pembimbing se-DKI Jakarta. Sejumlah 112 orang akan berangkat umrah pada Sabtu (9/12) dan sisanya, 42 orang, akan berangkat pada Ahad (10/12).

Keberangkatan seluruh marbot majid beserta pendamping ini dikoordinir oleh Pimpinan Wilayah (PW) Dewan Masjid Indonesia (DMI) DKI Jakarta. Acara bertajuk Pelepasan Merbot Umrah Tahun 2017 ini diselenggarakan di Balai Kota DKI Jakarta pada Kamis (7/12) siang, dan dihadiri oleh Mustasyar PW DMI DKI Jakarta, Drs. H. Andi Mappaganti, M.M.

Berdaarkan pantauan DMI.OR.ID, turut hadir Wakil Ketua PW DMI DKI Jakarta, KH. Noor Syuaib Mundzir, S.H., M.A., yang juga menyampaikan laporan kegatan kepada para hadirin, dan Sekretaris PW DMI DKI Jakarta, Ustaz H, Zulfajri, S.Pd.I., serta para Pimpinan Daerah (PD) DMI dari lima kota administratif dan satu kabupaten se-DKI Jakarta.

Dalam laporannya, Kyai Noor Syuaib menyatakan bahwa marbot majid yang berasal dari Kota Jakarta Pusat ada 25 orang, Kota Jakarta Selatan ada 36 orang, Kota Jakarta Timur ada 35 orang, Kota Jakarta Barat ada 38 orang, kota Jakarta Utara ada 12 orang, dan Kabupaten Kepulauan Seribu ada 1 orang. “Mereka akan diberangkatkan pada Sabtu (9/12) dan Ahad (10/12) esok,” tuturnya.

Kegiatan ini diawali dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an oleh salah seorang qari’ yang juga pengurus PW DMI DKI Jakarta, lalu berlanjut dengan laporan kegiatan oleh Ketua PW DMI DKI Jakarta, KH. Noor Syuaib Mundzir. Kemudian, Gubernur Anies Baswedan menyampaikan sambutannya dalam acara ini.

Dalam sambutannya, Gubernur Anies titip pesan kepada para marbot peserta umrah untuk senantiasa menjaga kondisi fisik (jasmani) dan rohani mereka selama berada di Tanah Suci Mekkah dan Madinah. “Apalagi cuaca kota Mekah dan Madinah sangat dingin pada bulan Desember tahun ini, tadi saya cek kondisi terakhir di sana,” tuturnya.

Menurutnya, dalam cuaca dingin, jama’ah umrah harus selalu menjaga pola makan dan minum secara teratur, khususnya makanan yang mengandung protein tinggi seperti daging atau telur. “Kalau siang, cuacanya bisa 25 derajat di Mekah, lebih panas di Jakarta, bisa 32 derajat. Kalau malam bisa 18 derajat suhunya,” papar Anies.

“Kalau yang enggak suka telur, (tetap) dimakan telurnya. Enggak suka daging, dimakan dagingnya, banyak-banyakin. Sayuran juga penting, buah juga. Jangan ngurangin minum. Minumnya justru harus reguler, biasakan minum teratur. Kalau kita haus, segera minum,” papar Gubernur Anies pada Kamis (7/12), seperti dikutip dari https://kumparan.com.

Gubernur Anies pun menceritakan pengalamannya saat tinggal di luar negeri dengan kondisi cuaca sangat dingin. “Saya pernah tinggal di tempat yang dingin. Itu mudah sekali energi kesedot. Mudah lapar. Tapi kadang-kadang kita ngegampangin. Akibatnya asupan energinya kurang,” imbuhnya.

Gubernur Anies pun meminta seluruh marbot masjid untuk berkata jujur jika memiliki penyakit bawaan tertentu sehingga mudah untuk diawasi oleh pembimbing umrah. Obat-obatan yang diperlukan dan biasa dipakai pun harus dibawa agar tidak sulit mencari merek obat itu di Tanah Suci

“Bagi Bapak-bapak yang merasa punya bawaan sakit, lapor, bicara apa adanya. Jangan ditutupi. Bukan takut enggak berangkat. Biar kalau ada masalah tahu obat yang cepatnya apa. Obat itu nggak menuh-menuhin isi koper,” ungkapnya.

Apalagi, lanjutnya, di Tanah Suci kita dalam posisi susah berkomunikasi. “Bawa bekal obat yang biasa dipakai sehingga di sana enggak repot cari karena mereknya beda,” ucapnya.

Setelah acara selesai, Gubernur Anies menyempatkan diri untuk foto bersama seluruh marbot masjid yang akan menjadi peserta umrah itu di balairung Balaikota DKI Jakarta.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani