DMI.OR.ID, JAKARTA – Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa (LB) Kelima Organisasi Konferensi Islam (OKI) yang diselenggarakan di Jakarta Convention Centre (JCC), Jakarta, pada Ahad (6/3) hingga Senin (7/3), telah menghasilkan Draft Deklarasi Jakarta.

KTT LB V OKI ini mengambil tema Bersatu untuk Solusi yang Tepat bagi Palestina dan Al-Quds Al-Sharif dan diselenggarakan di Jakarta Convention Centre (JCC), Jakarta. KTT ini juga dihadiri oleh 605 orang delegasi dari 55 negara anggota OKI dan dua organisasi internasional.

Dalam KTT LB Kelima OKI ini, turut hadir Presiden Republik Indonesia (RI), H.E. Ir. H. Joko WIdodo, Presiden Palestina, H.E. Mahmoud Abbas, dan Sekretaris Jenderal OKI, H.E. Iyad Ameen Madani.

Hadir pula Perdana Menteri Mesir, H.E. Sharif Ismail, yang juga Pimpinan Konferensi Islam Ke-12, serta sejumlah Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan seperti Presiden Pakistan, H.E. Mamnun Hussain, Presiden Sudan, H.E. Omar Hassan Ahmad al-Bashir, dan Perdana Menteri Libya, H.E. Faiz Al-Siraj.

Draft Deklarasi Jakarta ini terdiri dari 23 rencana aksi konkrit yang telah disepakati oleh para Pemimpin, Raja, Kepala Negara, dan Kepala Pemerintahan negara-negara OKI. Berikut ini adalah 13 rencana aksi itu (15 rencana aksi pertama ada di tiga berita sebelumnya).

Keenambelas, Negara-negara Anggota OKI menyeru komunitas internasional untuk mendukung pemboikotan terhadap produk-produk yang diproduksi di dalam atau oleh pemukiman ilegal Israel.

Ketujuhbelas, mempromosikan upaya-upaya jalur dua, termasuk melalui dialog antar iman, sebagai kontribusi terhadap upaya-upaya yang bertujuan untuk mencapai solusi-solusi dua negara.

Kedelapanbelas, jaringan-jaringan dukungan media untuk Palestina guna memobilisasi dan membangun kesadaran opini publik internasional terhadap isu-isu Palestina dan Al-Quds Al-Sharif.

Kesembilanbelas, berupaya keras untuk memperkuat persatuan dan solidaritas di dalam Negara-negara Anggota OKI, untuk memastikan suatu dukungan berkelanjutan bagi Palestina dengan menghindari kebijakan-kebijakan sektarian dan non-intervensi (tidak mengganggu) terhadap urusan-urusan internal untuk berkontribusi terhadap resolusi konflik yang damai di Dunia Islam.

Keduapuluh, mendorong pemimpin-pemimpin OKI untuk memobilisasi dukungan yang lebih luas bagi Palestina dan Al-Quds dari komunitas internasional dan para pemangku kepentingan lainnya, serta di forum-forum (fora) internasional seperti untuk menindaklanjuti implementasi dari Deklarasi ini.

Keduapuluhsatu, melanjutkan upaya-upaya dari Kelompok Kontak Kementerian untuk melindungi Kota Al-Quds dari yahudisasi yang sistematis.

Kedupapuluhdua, menyerukan persatuan posisi untuk mendukung rakyat Palestina dan alasan mereka.

Keduapuluhtiga, mengintensifkan upaya-upaya terpadu untuk mendukung rekonsiliasi nasional Palestina, di bawah kepemimpinan Presiden Mahmoud Abbas, sebagai kontribusi untuk meningkatkan persatuan rakyat Palestina dalam menghadapi mesin perang Israel dan rencana-rencananya untuk hegemoni dan ekspansi.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani