DMINEWS, BENGKULU — Sepinya masjid dari jama’ah membuat Gubernur Bengkulu, H. Junaidi Hamsyah, S.Ag, M.Pd, merasa prihatin, khususnya masjid-masjid di pedesaan yang megah namun sepi jama’ah.

Seperti dilansir laman http://bengkuluekspress.com, Junaidi mengaku pernah menemukan masjid yang jemaah salat Jumatnya kurang dari 15 orang saat melakukan kunjungan ke daerah-daerah.

“Saya sangat prihatin terhadap pengurus masjid yang ada di Provinsi Bengkulu, khususnya di pedesaan. Masjid mereka megah namun minim jemaah. Bahkan, ada masjid yang jamaah sholat Jum’atnya kurang dari 15 orang,” ungkap Junaidi pada Rabu (28/1).

Menurutnya, terdappat dua sebab utama yang menyebabkan masjid tidak berpenghuni. Pertama, karena persepsi atau pemikiran masyarakat yang menganggap fungsi masjid hanya untuk tempat ibadah melaksanakan salat.

Jadi, lanjutnya, ketika tidak salat masjid itu dikunci sehingga tidak ada aktivitas lain.

“Penyebab kedua ialah pergeseran nilai-nilai agama atau spiritual karena manusia semakin disibukkan dengan perekonomian, sehingga lalai dengan tugasnya terhadap Allah SWT. Mereka sama sekali tidak terpikirkan untuk memakmurkan masjid,” ungkapnya.

Junaidi pun berharap kepada Pengurus Wilayah (PW) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Bengkulu untuk terus melakukan sosialisasi agar masjid tidak sekedar menjadi tempat ibadah.

“Masjid juga bisa dijadikan pusat pendidikan anak usia dini (PAUD). PW DMI Bengkulu harus terus-menerus mensosialisasikan hal ini,” ungkapnya.

Juinaidi menyatakan hal itu saat membuka acara dan memberikan sambutan dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) PW DMI Bengkulu, pada Rabu (28/1), di Aula Asrama Haji Bengkulu.

Junaidi pun berharap kepada pengurus Badan Koordinasi Majelis Ta’lim (BKMT) masjid untuk terus melakukan program-program memakmurkan masjid. Jadi, bukan sekadar berlomba-lomba membangun masjid semegah-megahnya.

“Sesuai dengan tema Muswil, Revitalisasi dan Realisasi Masjid sebagai Pusat Pemberdayaan Ummat, hal ini harus benar-benar diterapkan. pemerintah juga terus berupaya untuk membantu pembangunan masjid sesuai dengan kemampuan,” jelasnya.

Untuk tahun 2015, ungkapnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu sudah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1,9 miliar, melalui APBD Provinsi, untuk bantuan pembangunan masjid.

“Hanya saja, anggaran untuk masjid itu ditolak dan dicoret oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) saat melakukan verifikasi beberapa waktu lalu,” paparnya.

Meskipun dicoret, ujarnya, Ppemprov Bengkulu tetap akan berupa memberikan bantuan untuk masjid melalui CSR perusahaan. Pasalnya, sejauh ini perusahaan sudah sangat banyak di daerah ini.

Dalam Muswil ini, hadir Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pimpinan Pusat (PP) DMI, Drs. H. Imam Addaraqutni MA dan Kepala Bagian (Kabag) Tata Usaha (TU) Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Bengkulu, Drs H Mulya Hudori M.Pd.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani