Kesuksesan seseorang di zaman sekarang (dalam pandangan Manusia) banyak dinilai dari Keberadaan dan status sosial-ekonomi di tengah masyarakat. Orang yang disebut sukses hanya diukur dengan perhitungan-perhitungan materi dan kekayaan Duniawi semata.

Padahal dalam pandangan Allah Subhanahu Wata’ala (SWT), bisa jadi dinilai sebagai pribadi yang gagal dan tertipu dengan godaan dan penilaian duniawi.

Padahal, tugas utama setiap manusia  adalah beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan sekuat tenaga dan segala daya upaya.

Allah SWT telah memperingatkan manusia agar jangan memilih jalan yang Sesat dan menyebabkan-Nya Murka kepada manusia.

Pertama, orang yang sesungguhnya mengetahui kebenaran, tetapi tidak beramal sesuai Kebenaran tersebut. Dia beramal sesuai keinginan hawa nafsunya sehingga beramal berlebihan dan melampaui batas. Ini menyebabkan Allah SWT murkaInilah yang dipraktekkan oleh kaum Yahudi.

Kedua, orang  yang tidak mengetahui kebenaran karena telah disesatkan para pemimpin agama terdahulu, sehingga mereka keluar dari jalan yang lurus. Ini digolongkan sebagai kaum yanhg sesat. Inilah yg dilakukan – kaum Nasrani.

* Allah SWT berfirman (yang artinya):

Katakanlah, Hai Ahli Kitab, janganlah kalian berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara yang tidak benar dalam agama kalian (kaum Yahudi), dan janganlah kalian Mengukuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat dahulunya (sebelum kedatangan Muhammad) dan mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia), dan mereka tersesat dari jalan yg lurus (*kaum Nasrani). (Al-Qur’an Surat Al-Maidah: 77).

 

Sumber: Kitab Madarijus Salikin karya Ibnu Qayyim Al-Jauziyah, Pustaka Al-Kautsar, 2013.

www.tahukahkita-blog.blogspot.com