DMINEWS, BANJARMASIN — Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Dewan Masjid Indonesia (DMI), Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla, MBA, melantik Pengurus Wilayah (PW) DMI Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) periode 2014-2019 pada Selasa, 6 Mei 2014, di Mahligai Pancasila,  .

Seperti dilansir http://kalteng.tribunnews.com, Ketua PW DMI Provinsi Kalsel terpilih ialah HG (P) Rusdi Effendi AR. 

Acara ini juga dihadiri Gubernur Provinsi Kalsel, H Rudy Ariffin dan Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provini Kalsel, Muhammad Thamrin.

Dalam sambutannya, Kalla menegaskan menjadi pengurus DMI adalah amanah yang harus dijalankan secara baik.

“Masjid bukan sekadar tempat ibadah, tetapi juga tempat yang memiliki banyak fungsi kemasyarakatan. Masjid juga berfungsi sebagai media untuk bermuamalah atau tempat untuk berhubungan antar sesama manusia,” tutur Kalla.

Salah satu terobosan DMI, lanjutnya, adalah mengizinkan bank syariah untuk membuka kantor cabang di kawasan masjid. Bahkan pada 2014 ini, DMI memprogramkan pembenahan sound system (akustik) di 100 ribu masjid. 

“DMI telah melatih ratusan orang sebagai teknisi untuk program pembenahan akustik masjid ini,” tuturnya.

Menurutnya, pembenahan penting dilakukan karena sekitar 80 persen anggota jemaah tidak bisa mencermati isi pesan (khotbah) akibat buruknya kualitas sound system

Kalla yang juga Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) itu pun menargetkan program pembenahan akustik sudah menyentuh masjid-masjid di luar Jawa pada tahun 2015.

“DMI juga akan menambah 50 unit mobil operasional sehingga jumlahnya menjadi 100 unit,” pungkasnya.

Sementara Gubernur Provinsi Kalsel, Rudy Ariffin, menyatakan ada banyak hal yang dapat dilakukan untuk memakmurkan masjid dan jama’ahnya, seperti penataan arah kiblat dan pengeras suara.

“Penataan arah kiblat dan pegeras suara di masjid perlu dilakukan untuk memakmurkan masjid dan jama’ahnya. Namun, ini bukan pekerjaan mudah karena terdapat 2.300 unit masjid di seluruh Kalsel,” papar Rudy.

Menurutnya, berdasarkan data Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag), jumlah masjid di Kalsel mencapai 2.300 unit, belum termasuk musala dan langgar. Jadi, tidak mudah menata masjid.

Bahkan, lanjutnya, jumlah masjid, musala dan langgar itu diperkirakan terus bertambah karena tingginya kepedulian umat Islam di Kalsel terhadap keberadaan masjid.

“Harapannya, fungsi masjid bisa lebih ditingkatkan sebagai sarana perkembangan ilmu pengetahuan yang bersifat berkelanjutan,” pungkasnya.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani