DMI.OR.ID, BANJARMASIN – Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Dewan Masjid Indonesia (DMI), Dr. (H.C.) Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla, telah berkunjung ke Masjid Raya Sabilal Muhtadin di Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), pada Kamis (18/6).

Seperti dikutip dari laman https://banjarmasin.tribunnews.com/, Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia ke-10 dan ke-12 ini pun menceritakan pengalamannya selama sekitar tiga bulan terakhir. Menurutnya, sebagian besar masjid di Indonesia tutup selama berlangsungnya pandemi Corona Virus Desease 2019 (COVID-19).

“Selama hidup saya, baru tahun ini tidak bisa melaksanakan salat Jumat selama 12 kali karena wabah Corona (COVID-19). Dimana pun berada, termasuk di luar negeri, tetap berusaha salat Jumat. Syukur alhamdulilah, sekarang sudah bisa melaksanakan salat Jumat di beberapa tempat yang lebih tenang,” ungkap H. Muhamad Jusuf Kalla.

Seperti dikutip dari laman https://www.antaranews.com/, H. Muhamad Jusuf Kalla bertemu dan berbincang dengan Ketua Umum Badan Pengelola Pengurus Masjid (BPPM) Raya Sabilal Muhtadin, KH. Darul Quthni, M.H., dalam pertemuan ini.

Turut hadir dan berbincang dalam pertemuan ini ialah Ketua Pimpinan Wilayah (PW) DMI Kalsel, H. Gusti Pangeran Rusdi Effendi A. R., Wakil Ketua PW DMI Kalsel, H. Anwar Hadimi, M.Pd., serta segenap pengurus BPPM Masjid Raya Sabilal Muhtadin.

Dalam pertemuan ini, H. Muhammad Jusuf Kalla membahas sejumlah persoalan umat seperti penanganan protokol pandemi Corona Virus Desease 2019 (COVID-19) di Masjid Raya Sabilal Muhtadin pada era Normal Baru, tata lokasi sound system (akustik) masjid, dan perkembangan DMI di Provinsi Kalsel.

Masjid Raya Sabilal Muhtadin juga menjadi salah satu masjid terbesar di Kalsel.

Seperti dikutip dari laman https://banjarmasin.tribunnews.com/, H. Muhammad Jusuf Kalla yang juga Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat itu lalu melanjutkan Sholat Ashar berjemaah di Masjid Sabilal Muhtadin. Berada di saf pertama, H. Jusuf Kalla didampingi oleh H. Rusdi Effendi A. R.

Usai salat Ashar berjemaah, tokoh nasional yang akrab disapa Pak JK itu lalu memberikan masukan kepada BPPM Masjid Raya Sabilal Muhtadin, agar speaker yang letaknya berseberangan itu dipindahkan dan diletakkan satu arah saja.

“Kalau khatib khutbah atau ustadz berdakwah, jemaah mendengar tapi tidak memahami. Sebab speaker letaknya satu arah dan suaranya mendengung,” ujarnya.

Ustadz terbaik mana pun, ungkapnya, pasti seperti itu juga dan yang jelas mendengar hanya sekitar 20 persen yang berada di shaf terdepan saja.

“Bukan hanya di sini, masjid di tempat lain juga seperti ini. Saya minta badan pengelola (masjid raya) mencabut speaker yang berseberangan dan memasang satu arah supaya jelas didengar jemaah,” ucap H. Jusuf Kalla saat memberikan kata sambutan.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani