DMI.OR.ID, DEPOK – Smart Motivator asal Tangerang, H. Limpad Hadi Pratama, S.Kom, C.T., C.M., C.S.M., C.S.T., telah memberikan pelatihan motivasi keimanan (rohani) dan pembangunan kapasitas (capacity building) kepada para pengurus Pimpinan Pusat (PP) Korps Muballigh-Muballighah (KMM) Dewan Masjid Indonesia (DMI) pada Jumat (26/7) hingga Sabtu (27/7).

Tepatnya dalam Workshop KMM DMI bertema Peningkatan Kapasitas Pengurus KMM DMI Dalam Rangka Membangun Organisasi Secara Ikhlash, Profesional, Modern, dan Memberikan Manfaat Maksimal Kepada Umat. Acara ini berlangsung di Wisma Hijau, Cimanggis, Kota Depok.

Berdasarkan pantauan DMI.OR.ID, motivasi dan pelatihan untuk peningkatan kapasitas pengurus PP KMM DMI dilakukan melalui beberapa metode. Antara lain melalui program kerja sama membuat rancang bangun suatu konstruksi bangunan (building management project) dengan bahan dasar sedotan dan isolasi.

Dari sekitar 22 peserta yang hadir, peserta dibagi ke dalam lima kelompok, yakni grup Mawar, Bougenville, Melati, Anggrek, dan Tulip. Setiap kelompok terdiri dari tiga hingga empat anggota.

Metode lainnya ialah pemaparan materi tentang asal-usul proses lahirnya (terciptanya) seorang anak manusia ke dunia. Materi-materi itu dijelaskan oleh H. Limpad dengan bantuan presentasi audio visual (video animasi ilmiah) yang sangat menarik.

Ia juga memaparkan materi tentang kisah nyata tentang perjalanan hidup Nabi Ibrahim Alaihis Salam (AS) dan keluarganya, yakni Nabi Ismail AS dan Siti Hajar yang bersumber dari kitab suci Al-Qur’an. Kisah ini terkait erat dengan ibadah Haji (termasuk sa’i), asal-usul kota Mekkah, sumur zam-zam, dan makna perjuangan dan pengorbanan hidup manusia dibalik kisah ini.

Materi lainnya ialah tentang cara burung elang bertahan hidup hingga melewati titik kritisnya pada rata-rata usia 40 tahun. JIka titik kritis itu berhasil dilewati, maka elang dapat mencapai rata-rata usia 70 tahun. Elang menjadi spesies unggas dengan rata-rata masa hidup tertua di dunia. Kisah ini menjadi ibrah (pembelajaran) bagi manusia yang ingin mempertahankan potensi pemenang di dalam dirinya.

Selain itu, turut hadir Ketua PP DMI, Dr. Hj. Maria Ulfah Anshor, M.Si., selaku narasumber utama (keynote speaker) dalam kegiatan Workshop KMM DMI. Beliau memaparkan materi pada Jumat (26/7) sore tentang perkembangan terkini program unggulan DMI seputar Gerakan Nasional (GN) Sejuta Masjid Ramah Anak (SEMARAK).

Program GN SEMARAK ini telah disosialisasikan di Kota Tanjung Pinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Kota Bontang, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), dan Kota Serang, Provinsi Banten.

Hj. Maria Ulfah juga menggarisbawahi pentingnya niat yang tulus dan ikhlash dalam membangun dan bergerak di dalam badan otonom KMM DMI. Apalagi para pengurus tidak menerima honor (ujrah/ upah) sebagai pengurus organisasi.

Menurutnya niat ikhlash, semata-mata beraktivitas dalam organisasi karena mengharap Allah  Subhanahu Wata’ala (SWT), menjadi elemen paling penting dalam setiap aktivitas KMM DMI.

Hadir juga Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) Pemanfaatan Sumber Dana Bantuan Sosial Kementerian Sosial (Kemensos) RI, H. Ibnu Solihin, S.Sos., M.Si., selaku narasumber dalam acara ini. Ia memaparkan materi tentang sejumlah peluang kerja sama antara KMM DMI dengan Kemensos RI dalam bidang-bidang sosial. Khususnya dalam bidang pemberdayaan sosial masyarakat.

Secara khusus Ketua Umum PP KMM DMI, Hj. Suryati Uwais, S.Ag., juga memberikan sambutan sekaligus menutup acara pada Sabtu (27/7) siang. Ia pun menegeaskan pentingnya bagi pengurus KMM DMI untuk membuang sifat-sifat negatif serta menyambung tali silaturahmi antar sesama pengurus. “Hal ini sangat penting untuk soliditas dan peningkatan kapasitas organisasi,” paparnya.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani