DMI.OR.ID, JAKARTA – Kota Bandung, ibu kota Provinsi Jawa Barat, terpilih sebagai salah satu dari empat kandidat Organization of Islamic Cooperation (OIC) Youth Capital atau Ibukota Pemuda Organisasi Kerjasama Islam (OKI), bersama-sama dengan Putrajaya di Malaysia, Fes di Maroko, dan Shiraz di Iran.

Hal ini berdasarkan Surat Keputusan (SK) Nomor: NV/EO/094/16 tertanggal 3 Juni 2016 yang dikeluarkan oleh The Islamic Conference Youth Forum for Dialogue and Cooperation (ICYF-DC) atau Forum Pemuda Konferensi Islam untuk Dialog dan Kerjasama. Organisasi ini berafiliasi dengan OKI dan sedang melaksanakan seleksi ibu kota OIC Youth.

Harapannya, ibu kota terpilih nanti akan menjadi pusat kegiatan pemuda negara anggota OKI dalam kerangka solidaritas untuk menghasilkan resolusi dan solusi dari berbagai permasalahan yang dihadapu para pemuda di 57 negara anggota OKI.

Dalam rilisnya kepada DMI.OR.ID, Rabu (17/8), saat ini Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) sedang memfasilitasi OIC Youth Indonesia untuk mempersiapkan Bandung menjadi ibukota OIC Youth Capital (YC).

Asisten Deputi Peningkatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) dan Iman Dan Taqwa (IMTAQ) Pemuda, Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Kemenpora, H. Esa Sukmawijaya SP., M.Si., menyatakan Kemenpora siap mendukung OIC Youth Indonesia dalam mensukseskan kota Bandung sebagai OIC YC Periode 2016-2017.

Sebelumnya, OIC Youth Indonesia juga telah mengidentifikasi kota-kota berpotensi di Indonesia secara mandiri, berdasarkan kriteria yang ditetapkan oleh panitia ICYF-DC. Akhirnya, kota Bandung yang dipilih oleh OIC Youth Indonesia setelah mengugurkan belasan calon ibu kota seperti Bogor, Makassar, Banten, Mataram, dan Malang.

“Kami memilih Bandung, karena untuk menjadi ibukota negara OIC Youth Capital, ada kriteria khusus dan saya selaku board member untuk Asia-Pasific, telah melakukan penelitian dan mengumpulkan data materi untuk dikaji dan akhirnya memilih kota Bandung,”jelas Board Member (Anggota Tetap) ICYF – DC/ OIC Youth, Tan Taufiq Thollup.

Menurutnya, beberapa kriteria yang harus dipenuhi selaku ibu kota Pemuda ICYF-DC adalah memiliki Islamic Centre, Universitas Islam, bandara internasioal, hall atau ballroom yang biasa digunakan untuk kegiatan bertaraf internasional baik di bidang pendidikan, budya, ekonomi, dan sebagainya.

“Persyaratan lainnya, kota itu harus memiliki pusat budaya, destinasi (tujuan) wisata yang beragam, tingkat kreativitas manusia yang tinggi, serta memiliki tempat monumental dan bersejarah. Tentunya kualitas pemuda juga menjadi pertimbangan kami,” papar Tan Taufiq.

Menurutnya, Bandung dikenal sebagai Kota Layak Pemuda karena hampir 40 persen, bahkan akan menjadi 60 persen, warganya adalah pemuda. “Bandung tidak hanya menjadi kota pemuda nusantara, tetapi juga global karena kampus yang ada di Bandung sudah banyak diisi oleh mahasiswa dari seluruh dunia,” jelasnya.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani