DMI.OR.ID, DENPASAR – Pesantren Digital Chapter Bali telah menyelengarakan Seminar Nasional Kebangsaan bertema Penguatan Nasionalisme Melalui Pemanfaatan Dunia Digital untuk Mencetak Generasi yang Inovatif dan Produktif pada Ahad (22/10), bertempat di Ballroom Hotel Adhi Jaya, Jalan Sunset Road, Badung, Bali.

Seperti dikutip dari laman http://www.viva.co.id, kegiatan ini didukung oleh sejumlah organisasi kemassyarakatan (Ormas) Islam seperti di Bali seperti Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universita Udayana, serta Dewan Masjid Indoensia (DMI) Bali.

Acara ini menghadirkan sejumlah narasumber seperti Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), H. Rudiantara, S.Stat., M.B.A., yang juga Ketua Departemen Komunikasi, Informasi (Kominfo), Hubungan Antar Lembaga (Hubla) dan Luar Negeri (LN) Pimpinan Pusat (PP) DMI.

Pembicara lainnya ialah pakar Cyber Crime Markas Besar (Mabes) Kepolisian RI (Polri), H. Hery Sucipto, Lc., M.M., yang juga Sekretaris Departemen Kominfo, Hubla, dan LN PP DMI, dan Direktur Eksekutif Madani Center for Development and International Studies (MaCDIS), Dr. H. Arya Sandiyudha, S.Sos., M.Sc.

Turut hadir Presiden Pesantren Digital Indonesia, Khairul Mahfuz, S.Si., M.Si., dan Ketua Sekolah Tinggi Informatika dan Teknik Komputer (STIKOM) Bali, Dr. Dadang Hermawan, Ak., M.M., sebagai narasumber dalam acara ini.

Dalam rilisnya kepada DMI.OR.ID, Ahad (22/10), Hery Sucipto menyatakan bahwa kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 300 peserta yang berasal dari kalangan aktifis Islam, santri, dan profesional.

“Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Ketua Pimpinan Wilayah (PW) DMI Bali, H. Bambang Santoso, S.Pd., yang juga pengurus Dewan Pimpinan MUI Wiayah Bali. Ia juga memberikan kata sambutan dalam acara ini,” tuturnya.

Dalam paparan materinya, Menkominfo Rudiantara mengajak anak-anak muda Indonesia, khususnya para peserta acara, untuk senantiasa bijak dalam menggunakan teknologi.

“Jika digunakan dengan baik, teknologi akan membawa manfaat yang baik bagi perkembangan suatu bangsa,” papar Rudiantara pada Ahad (22/1), seperti dikutip dari laman http://www.viva.co.id.

Salah satu caranya, lanjut Menkominfo, ialah dengan memasarkan produk-produk bisnis e-commerce. Situs perdagangan digital sangat efektif untuk menjual sebuah produk dan meningkatkan omset.

“Namun pasar e-commerce di Indonesia masih memiliki banyak tantangan seperti sumber daya manusia (sdm) yang (tidak) handal, masih banyaknya bisnis start up, perpajakan, perlindungan konsumen, serta membangun kepercayaan konsumen, logistik, dan keamanan cyber,” ungkapnya.

Menkominfo pun mengajak anak-anak muda Indonesia untuk menggunakan aplikasi digital buatan dalam negeri seperti aplikasi Pesan kita. “Hal ini penting untuk meningkatkan nasionalisme,” ucapnya.

“Sudah saatnya anak-anak muda di Indonesia beralih menggunakan aplikasi digital buatan anak negeri untuk mendukung gerakan nasionalisme” tegasnya.

Menurutnya, saat ini pemerintah RI juga sedang memproses pembangunan Palapa RIng, yakni serat fiber optik di bawah laut. “Serat fiber optik itu digunakan untuk daerah-daerah yang belum memiliki akses internet,” ujarnya.

Adapun pembangunan Palapa Ring ini, imbuhnya, bertujuan untuk mendukung pengembangan teknologi informasi di Indonesia.

Penulis; Muhammad Ibrahim Hamdani