DMI.OR.ID, JAKARTA – Masjid istiqlal menjadi saksi bisu dari gelombang mukjizat Al-Qur’an yang mampu menggerakkan hati ummat Islam untuk menunaikan ibadah sholat Shubuh Berjamaah. Lebih dari 20 ribu ummat Islam hadir di masjid Istiqlal secara serentak dari berbagai wilayah di Indonesia, terutama dari wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

Seperti dikutip dari laman www.republika.co.id, mayoritas jamaah berpakaian baju taqwa (koko) berwarna putih-putih dan sudah tiba sejak Kamis (1/12) malam atau Jumat (2/12) dini hari. Para jamaah itu pun bermalam di masjid ketiga terbesar di dunia sesudah Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah itu.

Mereka yang kebanyakan menginap di masjid Istiqlal itu sebagian besar berasal dari luar kota Jakarta. Pos kedatangan masjid Istiqlal mencatat, hingga Pukul 05:00 WIB, Jumat (2/12) Shubuh, jumlah jamaah yang telah berkumpul mencapai 20 ribu orang.

Jumlah jamaah sebanyak itu akan menuju ke lapangan Monumen Nasional (Monas) untuk mengikuti kegiatan Aksi Bela Islam III: Jumat Kubro dan Maulid Akbar, Aksi Ibadah – Gelar Sajadah pada Jumat (2/12) pagi. Acara ini diselenggarakan oleh  Gerakan Nasional Pengawal Fakta (GNPF) Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Kegiatan ini dipimpin oleh pembina GNPF MUI, Habib Dr. H. Muhammad Rizieq Shihab, M.A.. yang juga Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), dan Ketua GNPF MUI, Ustaz H. Bachtiar Nasir, Lc., M.M., yang juga Wakil Sekretaris Dewan Pertimbangan (Wantim) MUI Pusat.

Turut hadir dan memberikan taushiyah sejumlah alim ulama, ustaz, habib, kiai, dan da’i seperti pendiri dan pembina Pondok Pesantren Darut Tauhid, KH. Abdullah Gymnastiar, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Wahdah Islamiyah, DR. H. Muhammad Zaitun Rasmin, Lc., M.A., yang juga Wakil ketua GNPF MUI, dan pembina Majelis Zikir Az-Zikra, KH. Muhammad Arifin Ilham.

Hadir juga Syaikh Ali Saleh Muhammad Ali Jaber Hafizahullah. Ia memimpin tilawah (pembacaan) ayat-ayat suci Al-Qur’an, Surat Al-Kahfi ayat 1-10,  Beliau pernah menjadi Imam di Masjid Nabawi, Madinah, namun akhirnya memilih untuk berdakwah di Indonesia.

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Dr. H.Muhammad Hidayat Nur Wahid, M.A., pun ikut hadir. Ia turut memberikan taushiyah kebangsaan berupa peran penting dan strategis ummat Islam dalam sejarah perjuangan dan kemerdekaan bangsa Indonesia. Hadir juga Tokoh Reformasi nasional, Prof. Dr. H. Muhammad Amien Rais, M.A., diantara jutaan jamaah di Lapangan Monas.

Berdasarkan pantauan DMI.OR.ID, rangkaian acara ini dimulai sejak pukul 08:00 WIB dan diisi dengan beragam kegiatan ibadah seperti Sholat Jumat berjamaah, istighotsahdzikir, sholawat, tilawah al-Qur’an, tahlil, tasbih, tahmid, dan takbir, serta taushiyah dari para ulama, habaib, ustaz, kiai, dan da’i yang dilakukan silih berganti.

Jamaah juga terlihat tumpah ruah dan memenuhi Lapangan Monumen Nasional (Monas), Masjid Istiqlal, dan sepanjang jalan Medan Merdeka hingga ke Bundaran Hotel Indonesia (HI) sampai kawasan Semanggi sejak Jumat (2/12) pagi hingga petang untuk bermunajat kepada Allah SWT.

Ummat Islam yang hadir dan tumpah ruah di kawasan Monas dan sekitarnya umumnya memakai kopiah (peci) dan baju koko (taqwa) dalam beragam bentuk dan jenisnya. Ada pula yang memakai sorban dan baju ihram khas jamaah haji, serta tidak sedikit yang memakai sarung dan pakaian casual seperti celana/ rok panjang dalam berbagai bentuknya.

Ada juga tim relawan kesehatan (medis) yang memakai slayer kuning di lehernya dan terlihat siap sedia untuk memantau kondisi di lapangan guna memberikan pertolongan pertama kalau ada jamaah yang sedang sakit.

Kehadiran mereka dilengkapi dengan mobil-mobil ambulance dari berbagai organisasi kemasyaarakatan (ormas) Islam yang ada di sejumlah titik strategis di sekitar kawasan Monas.

Terlihat pula plastik-plastik besar berwarna hitam yang tersedia di sejumlah titik strategis di ruas jalan dari dan menuju kawasan Monas. Plastik-plastik ini disediakan oleh tim relawan kebersihan bekerjasama dengan tim oranye dari Dinas Kebersihan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Di sepanjang jalan dari dan menuju kawasan Monas, terlihat juga tim konsumsi yang memberikan makanan dan minuman secara gratis kepada para wartawan, warga, dan jamaah yang hendak mengikuti acara di Monas.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani