DMI.OR.ID., JAKARTA – Menteri Koordinator (Menko) Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) RI, Dra. Hj. Puan Maharani, mengajak segenap pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) untuk bersama-sama mengajarkan cara berwudhu yang baik dan benar kepada anak-anak Muslim.

Menko PMK RI menyatakan hal itu pada Selasa (12/3) siang, saat memberikan sambutan di depan sekitar 1.000 peserta Pembukaan Silaturahmi Nasional (Silatnas) Gerakan Nasional (GN) Sejuta Masjid Ramah Anak (SEMARAK) di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta.

“Saya berharap agar masjid itu punya toilet atau wc (water closet) yang suasananya, bersih, tidak licin, dan nyaman. Lalu, kita ajarkan anak-anak cara berwudhu yang baik dan benar, termasuk cara mencuci tangan dengan baik,” tutur Hj. Puan Maharani.

Menurutnya, program GN-SEMARAK bisa disinergikan dengan program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) yang sedang dilakukan oleh Kementwerian Kesehatan (Kemenkes) RI. “Seperti program mencuci tangan yang baik dan benar,” imbuhnya.

“Di beberapa daerah, misalnya di Nusa Tenggara Timur (NTT), anak-anak masih susah diajak cuci tangan. Mencuci tangan dengan baik dan benar menjadi salah satu program pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan,” paparnya.

Putri dari Presiden RI kelima itu juga berharap agar setiap tahun sudah ada masjid ramah anak di setiap provinsi. “Jadi pada tahun 2030 nanti, target aellsejuta masjid ramah anak insya Allah bisa terlaksana,” ujarnya.

“Insya Allah, jika program GN SEMARAK ini bisa mulai dilakukan sekarang, maka akan terlihat hasilnya pada generasi mendatang. Hal yang penting bagi kita itu, saya minta komitmennya semua,” ucapnya.

Hj. Puan Maharani pun berharap agar masjid menjadi tempat bernaungnya semua aktivitas yang terkait dengan Keislaman.

“Hendaknya masjid menjadikan anak-anak Indonesia seperti yang seharusnya. DMI dapat menjadikan masjid sebagai tempat memghasilkan sumber daya manusia yang ada,” jelasnya.

DMI, lanjutnya, bisa bersinergi dengan pemerintah dalam program GN SEMARAK ini. “Sinergi ini bisa kita lakukan secara bertahap dengan semua daerah. Khususnya dengan marbot dan pengurus masjid selaku penanggung jawab program,” ungkapnya.

“Jangan pernah putus asa dan patah arang untuk terus pro aktif menyukseskan GN-SEMARAK. Ini komitmen saya, gerakan nasional ini penting sekali,” tegasnya.

Dengan sekitar 10 ribu pengurus DMI dari timgkat pusat sampai daerah, katanya, maka DMI dapat bersinergi dengan Kemenkes dan semua kementerian dalam GN SEMARAK ini.

“Kerja-kerja seperti ini tentu tidak bisa kalau tidak bersinergi dan gotong-royong dengan organisasi-organisasi lainnya. Kalau sendiri sendiri, ¬†kita tidak bisa, harus sinergi dan gotong royong,” paparnya.

Berdasarkan pantauan DMI.OR.ID, Menko PMK RI telah membuka secara resmi kegiatan Silatnas GN SEMARAK DMI dengan memukul gong beberapa kali pada Selasa (12/3) sore.

Menko PMK RI juga didampingi oleh Wakil Ketua Umum (Waketum) Pimpinan Pusat (PP) DMI, Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi (Pol). (Purn). Drs. H. Syafruddin, M.Si., yang juga Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (PAN) dan Reformasi Birokrasi (RB) RI. Ia juga memberikan kata sambutan dalam acara ini.

Turut hadir dan memberikan sambutan Direktur Jenderal (Dirjen) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama (Kemenag) RI, Prof. Dr. H. Muhammadiyah Amin, M.Ag. Ia mewakili Menteri Agama RI, Drs. H. Lukman Hakim Saifuddin, yang tidak dapat hadir.

Lalu Prof. Muhammadiyah Amin juga memberikan data masjid dari Kemenag RI kepada Waketum PP DMI, H. Syafruddin, dengan disaksikan oleh Ketua PP DMI Bidang Pemberdayaan Potensi Muslimah, Anak,, dan Keluarga (PPMAK), Dr. Hj. Maria Ulfah Anshor, M.Si., dan segenap jajaran pengurus PP DMI.

Kemudian Waketum PP DMI dan Menko PMK RI bersama-sama menandatangani Deklarasi GN SEMARAK dengan disaksikan Dirjen Bimas Islam Kemenag RI.

Kegiatan ini dimulai dengan penampilan Tari Saman asal Aceh dari kelompok penari Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta. Hadir sekitar 1.000 orang saat pembukaan Silatnas GN SEMARAK, termasuk 315 peserta inti.

Peserta inti itu berasal dari pengurus Departemen PPMAK DMI, Korps Muballigh-Muballighah DMI, Badan Pembina Taman-Kanak-Kanak Islam (BPTKI) DMI, dan Badan Koordinasi Majelis Taklim Masjid (BKMM) DMI se-Indonesia. Lalu Ketua Panitia GN SEMARAK, Dr. Hj. Kustini, M.A., memberikan laporan kepanitiaan kepada seluruh peserta yang hadir.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani