DMI.OR.ID, TANJUNGPINANG – Pimpinan Wilayah (PW) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menyelenggarakan Musyawarah Wilayah (Muswil) DMI III pada Rabu (28/12) hingga Kamis (29/12) di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Kepri. Kegiatan ini mengangkat tema: Menuju Masjid Masa Depan Yang Mandiri dan Multi Fungsi.

Dalam kegiatan ini, turut hadir dan memberikan sambutan Ketua PW DMI Provinsi Kepri, H. Huzrin Hood S.H., M.H., M.Pd.I., Ketua Pimpinan Pusat (PP) DMI, Drs. H. Muhammad Natsir Zubaidi, dan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepri, Dr. H. Tribuana Sultan (T. S.) Arif Fadillah S.Sos, M.Si.

Seperti dikutip dari laman www.kemendagri.go.id, Ustaz Natsir Zubaidi menggarisbawahi bahaya ancaman narkoba terhadap generasi muda serta peran dan fungsi masjid dalammenanggulangi ancaman itu.

“Bahaya narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba) dapat menghancurkan generasi muda. Dengan kuatnya iman, maka ancaman narkoba bisa dihindari. Masjid berpotensi untuk mengajarkan itu semua,” tutur Ustaz Natsir dalam sambutannya.

Masjid, lanjutnya, tidak hanya berfungsi untuk tempat ibadah sholat, tetapi juga berfungsi untuk menyatukan umat. “DMI harus menjadi contoh yang baik untuk masyarakat,” paparnya.

Sedangkan Ketua PW DMI Kepri, Datuk H. Huzrin Hood, berharap masjid dapat beperan penting dalam membentengi Kepri dan Indonesia dari kehancuran moral dan akhlaq.

“Untuk membentengi negeri ini adalah masjid. Bila agama diabaikan, maka hancurlah negeri ini. Selaku orang tua, minimal kita ajarkan satu jam kepada anak-anak untuk mengaji maupun pemahaman tentang Islam,” paparnya.

Datuk Huzrin pun meminta agar anak-anak tidak dibiarkan jauh dari ajaran agama Islam. “Jangan biarkan anak-anak kita jauh dari ajaran agama Islam,” tegasnya.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani