DMI.OR.ID, JAKARTA – Masjid memiliki peranan penting dan strategis bagi ummat Islam. Salah satunya ialah fungsi masjid sebagai penyedia jasa akomodasi (tempat menginap), istirahat, sekaligus tempat ibadah bagi para jamaah (ummat).

Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI), DR. H. Muhammad Jusuf Kalla, yang juga Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Dewan Masjid Indonesia (DMI), mengkonfirmasi hal ini saat memberikan sambutan dialam Pembukaan Rapat Kerja Nasionall (Rakernas) II DMI pada Senin (5/12) di Istana Wapres, Jakarta.

“Minggu-minggu lalu, fungsi masjid ternyata semakin bertambah, yakni sebagai tempat singgah, tempat menginap banyak orang. Ternyata masjid diipersiapkan sebagai tempat tinggal. Sekiranya tidak ada masjid, saya kira susah juga mengumpulkan banyak orang di Jakarta ini,” tutur Wapres Kalla.

Namun Alhamdulilah, lanjutnya, semua masjid telah memperlihatkan ketulusan dan keterbukaannya. “Itulah salah satu fungsi masjid, namun jangan sering-sering,” ungkapnya.

Wapres Jusuf Kalla tampak mengapresiasi aksi super damai pada Jumat (4/11) dan Jumat (4/12) lalu. Aksi ini dilakukan oleh ummat Islam untuk menuntut penegakan hukum yang seadil-adilnya terhadap tersangka kasus penistaan agama oleh Gubernur Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta Non-Aktif, Ir. Basuki Tjahaja Poernama, M.M.

Kasus ini terkait erat dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surat Al-Maidah ayat 51 yang dinista oleh pemeluk agama lain. bahkan oleh seorang pemimpin ibu kota.

Dalam kegiatan yang diberi nama Aksi Bela Islam III: Jumat Kubro dan Maulid Akbar, Aksi Ibadah – Gelar Sajadah itu, hadir lebih dari empat juta ummat Islam dari berbagai wilayah di Indonesia, dengan jumlah ummat terbesar dari wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

Dari jumlah itu, sangat banyak ummat yang menginap di masjid-masjid besar di Jakarta dan sekitarnya, seperti Masjid Istiqlal, Masjid At-Tiin, Masjid Bank Indonesia (BI), Masjid Al-Ittihad, Tebet, dan Masjid Agung Sunda Kelapa, Jakarta.

Berdasarkan pantauan DMI.OR.ID, puluhan bendera merah putih dengan berbagai macam ukuran dan jenisnya telah dikibarkan oleh para peserta aksi damai itu. Ada pula yang memakai syal, sorban, dan kopiah berwarna merah putih. Lagu kebangsaan Indonesia Raya pun berkumandang dengan penuh  khidmat dan mengawali aksi Bela Islam III yang super damai ini.

Fenomena ini menunjukkan bahwa ummat Islam sangat mencinta tanah airnya, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sebagai manifestasi rasa syukur kepada Allah SWT dalam kapasitasnya selaku khalifatullah fil ardh (khalifah Allah di muka bumi).

Tidak ada NKRI tanpa ummat Islam. Indonesia tidak akan pernah merdeka tanpa perjuangan suci (jihad fi sabilillah) dan pengorbanan jiwa dan raga para syuhada, santri, dan alim u’lama untuk mengusir para penjajah. Ummat Islam telah terbukti dalam sejarah sebagai perekat utama kebhihnekaan bangsa Indonesia.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani