Masjid tak hanya menjadi tempat beribadah. Masjid juga harus multifungsi, sebagaimana di masa Rasulullah; pusat informasi, pendidikan, sosial, kesehatan, pendidikan, dan perekonomian. Inilah yang ingin diwujudkan oleh Dewan Masjid Indonesia (DMI) di bawah kepemimpinan Ketua Umum HM. Jusuf Kalla.

Salah satu yang sudah dan tengah dilaksanakan adalah masjid menjadi tempat mendidik anak-anak dan generasi masa depan. Hal itu diwujudkan dengan mendirikan sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) berbasis masjid.

“Program ini bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan Nasional, dimaksudkan untuk meningkatkan peran masjid dalam upaya mencerdaskan generasi bangsa,” ujar coordinator pelaksana program, Rana Amiruddin.

Menurut Rana, PAUD berbasis masjid ini didirikan di kampung yang belum ada PAUD-nya, sehingga penyebaran pendidikan diharapkan akan lebih merata. Dengan demikian, kata dia, hak untuk memperoleh pendidikan terus membaik dan meningkat.

Sejauh ini, dia menjelaskan, sudah kurang lebih 2000 PAUD didirikan atas pendanaan penuh dari Kemdiknas. Wilayah sebaran antara lain meliputi Jawa Timur, Sulawesi dan Maluku. PAUD yang sudah dibangun itu selanjutnya dikelola oleh masyarakat setempat.

Sementara itu, kerjasama pendirian PAUD antara DMI dan Kemdikbud ini sendiri ditandatangani oleh Ketua Umum HM Jusuf Kalla, dan Mendikbud (saat itu), M. Nuh, di Kementerian Pendidikan Nasional, Jakarta Selatan.

Ia berharap, di masa mendatang, kuota yang diberikan kepada DMI akan lebih banyak lagi, sehingga semakin banyak warga yang mendapat pendidikan, khususnya anak usia dini.