DMINEWS, PEKALONGAN — Pengurus Daerah (PD) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Pekalongan menyelenggarakan Rapat Kerja Daerah pada Rabu, 5 Maret 2014 lalu, bertempat di gedung Amarta, Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan.

Seperti dilansir laman http://www.radarpekalonganonline.com/, Rakerda ini menghasilkan rekomendasi PD DMI Kota Pekalongan kepada pengurus masjid se-Kota Pekalongan dan Pemkot Pekalongan untuk mewaspadai munculnya organisasi yang mengatasnamakan masjid.

Ketua Umum PD DMI Kota Pekalongan, H. Ahmad Slamet Irfan, SH, menyatakan jika ada organisasi yang mengatasnamakan masjid, itu patut dicurigai ilegal sebab tidak memiliki keabsahan sebagai pengurus masjid.

“Organisasi yang legal dan dapat mengatasnamakan masjid adalah DMI yang mempunyai jaringan sampai ke Pimpinan Pusat (PP) DMI di Jakarta,” tutur Slamet pada Selasa, 4 Maret 2014 lalu. 

Munculnya organisasi di luar DMI, lanjuta Slamet, sudah meresahkan jemaah masjid. Sebab, kiprah mereka di masjid tidak mengajukan izin kepada pengurus masjid.

“Tiba-tiba mengadakan kegiatan bakti sosial (baksos) di masjid, namun tidak mengajukan izin pengurus masjid. Tentu tindakan itu sangat menyinggung perasaan pengurus masjid,” ujarnya.

Mantan Ketua Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Pekalongan itu juga mengajak seluruh pengurus masjid se-Kota Pekalongan untuk bersatu padu dan tidak mudah dipecah belah oleh seorang oknum.

Hasil Rakerda lainnya, PD DMI Kota Pekalongan juga akan mengevaluasi program kerja tahun 2013. Tujuannya agar di tahun 2014 menjadi lebih baik.

“Diantaranya, kami akan berupaya meningkatkan jumlah pemberian beasiswa kepada anak-anak takmir masjid serta memberikan bantuan pendidikan bagi siswa berprestasi dari keluarga tidak mampu,” ungkap Slamet.

PD DMI Kota Pekalongan, lanjutnya, akan mengevaluasi kinerja koperasi DMI sesuai dengan hasil Rakerda. Jadi, jumlah aset maupun modal yang dimiliki koperasi PD DMI Kota Pekalongan bisa bertambah di masa depan.

“Mudah-mudahan, koperasi DMI bisa membuka kantor cabang di empat kecamatan. Pasalnya, kami memiliki cita-cita untuk membesarkan koperasi DMI,” tegas Slamet.

Dalam Rakerda itu, jelasnya, DMI Kota Pekalongan akan menyusun rencana Program Kerja (Proker) tahun 2014. Misalnya peningkatan pemberdayaan ekonomi umat, peningkatan kualitas ‘sound system’ di masjid.

Apalagi, paparnya, DMI Kota Pekalongan sudah mendapatkan bantuan mobil operasional masjid,jadi bisa dimanfaatkan untuk operasional keliling dalam memantau kualitas ‘sound system’ masjid. DMI Kota Pekalongan pun sudah mengirimkan utusan untuk dilatih memperbaiki sound system.

Sesuai hasil Rakerda, tuturnya, DMI Kota Pekalongan juga merencanakan pendirian klinik kesehatan di masjid, penerbitan buku panduan khutbah serta pelatihan pengelolaan manajemen zakat.

“Kami berharap rencana program kerja itu bisa memakmurkan jemaah masjid dan masjid menjadi makmur,” pungkasnya.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani

Keterangan Foto: Ketua Umum PD DMI Kota Pekalongan, H. Ahmad Slamet Irfan, SH