DMINEWS–Israel terus tak bergeming dengan kecaman dunia internasional. Setelah membombardir Gaza, Palestina, beberapa waktu lalu, Rabu (5/11) kemarin tentara zionis menyerang kiblat pertama umat Islam, Masjidil Aqsha.

“Ini sudah kelewatan. Serangan zionis harus dihentikan, pemimpin dunia harus mengambil sikap tegas,” papar Sekjen Dewan Masjid Indonesia (DMI), Imam Addaruquthni, Jumat (711).

Menurut Imam, kebringasan Israel sudah sering kali dilakukan namun tidak ada tindakan atau hukuman dari Perserikan Bangsa Bangsa (PBB). Masjid Aqsha, lanjut dia, bukan sekadar peninggalan bersejarah umat Islam, tapi itu adalah peninggalan peradaban umat manusia dan menjadi prasasti universal.

“Ini bukan persoalan umat Islam, tapi masalah kemanusiaan dan pelanggaran. Menyerang masjid jelas pelanggaran hukum dan kemanusiaan,” lanjut Imam.

Ia meminta pemerintah menyikapi serangan tersebut dan serius mengambil sikap tegas. Indonesia, kata dia, mengambil sikap politik luar negeri bebas aktif, namun konstitusi juga mengamanatkan Indonesia ikut menciptakan perdamaian dan melenyapkan penjajahan.

Meski demikian, Imam tetap meminta umat Islam menyikapi secara proporsional, jangan melakukan demo-demo yang menimbulkan kekerasan maupun bentrok. (hs)