DMI.OR.ID, JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta berencana menjadikan kawasan Jakarta Islamic Centre (JIC) di Koja, Jakarta Utara, menjadi destinasi (tujuan) wisata religi.

Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Ir. Basuki Tjahaja Purnama, M.M., menyatakan hal itu saat membuka Halaqah Ulama Ibu Kota Jakarta pada Rabu (12/8) malam di Convention Hall JIC, Koja, Jakarta Utara. Kegiatan ini mengambil tema Peran Ulama dalam Membangun Ibu Kota Melalui Jakarta Islamic Centre.

“Kita memang ingin menjadikan JIC sebagai salah satu tujuan wisata di Jakarta. Saat ini, kita juga sudah membentuk Unit Pengelola Teknis (UPT) JIC sebagai langkah pengembangan,” tutur Gubernur Basuki pada Rabu (12/8) malam, sebagaimana dikutip laman www.republika.co.id dari kantor berita Antara.

Pemprov DKI, jelasnya, telah menugaskan sebanyak enam Pegawai Negeri Sipil (PNS) DKI Jakarta dalam UPT JIC sehingga dapat langsung bertugas dengan baik.

Menurutnya, secara umum JIC harus menjadi pusat studi atau kajian ilmu Islam di Jakarta. Selain itu, JIC juga diharapkan mampu memberikan gambaran mengenai Islam di Indonesia, terutama di Jakarta.

“Tahun ini (2015), Pemprov DKI Jakarta sudah mengucurkan dana hibah sebesar Rp 11 miliar untuk JIC. Harapannya, peran JIC bisa lebih berkembang lagi di ibu kota Jakarta,” papar Gubernur yang akrap disapa Ahok ini.

Pemprov DKI, lanjutnya, juga berencana memperpanjang rute sarana transportasi massal ringan atau Light Rail Transit (LRT) hingga ke lokasi JIC. Rencana awalnya, LRT itu mau dibangun sampai Kelapa Gading. “Kita mau perpanjang lagi rute LRT hingga ke JIC. Jadi, akses wisatawan untuk mencapai JIC lebih mudah,” paparnya.

“Saya juga ingin supaya JIC membangun sebuah pemondokan untuk siswa-siswi SMK. Apalagi, area JIC kan luas sekali, sampai 12 hektar. Jadi, modelnya nanti seperti sekolah Husni Thamrin,” ungkapnya.

Pentingnya kegiatan halaqah ulama se-DKI Jakarta ini juga diungkapkan Kepala Badan Manajemen JIC, Drs. KH. Ahmad Shodri. “Sesuai tema yang diusung, halaqah ulama ibu kota Jakarta ini bertujuan untuk mendorong peran ulama dalam membangun ibu kota melalui JIC,” papar Shodri.

Adapun Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta, Dr. H. Saefullah, M.Pd, mengajak para ulama, masyarakat, media dan lembaga swadaya masyarakat (lsm) serta stakeholder lainnya untuk mengawasi program dan anggaran Pemprov. DKI Jakarta.

“Hal itu (pengawasan) penting agar seluruh program dan anggaran Pemprov DKI tepat sasaran dan kebocoran bisa dicegah,” ungkapnya.

Dalam kegiatan ini, hadir beberapa pembicara seperti Redaktur Harian Umum Republika, H. Irwan Kelana, budayawan Betawi, Drs. H. Ridwan Saidi, ulama Betawi, Dr. Habib Ali Hasan Al-Bahar, dan Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Prof. Dr. H. Thomas Djamaluddin.

Seorang pembicara lainnya ialah pengamat dan peneliti budaya Betawi, Drs. H. Yahya Andi Sahputra, Ketua Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Wilayah DKI Jakarta, KH. Syarifuddin Abdul Ghani, dan seorang ulama dari negeri Tirai Bambu (Tiongkok), Syeikh H. Abu Bakar.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani