DMI.OR.ID, JAKARTA – Penyalahgunaan Narkotika dan Obat-obatan Terlarang (Narkoba), termasuk psikotropika dan zat-zak adiktif, dapat menyebabkan bangsa Indonesia mengalami the missing link generation atau generasi yang terpotong, hilang dan rusak.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pimpinan Pusat (PP) Dewan Masjid Indonesia (DMI), Drs. H. Imam Addaruqutni, M.Si., menyatakan hal itu pada Senin (1/2) siang di Sekretariat PP DMI, Jakarta, dalam pertemuan dengan Badan Narkotika Nasional (BNN).

“Potensi the missing link generation akibat penyalahgunaan Narkoba besar sekali, khususnya bagi generasi muda. Penyalahgunaan Narkoba dapat memotong (merusak) satu generasi, the lost generation, di Indonesia,” tutur Imam pada Senin (1/2) siang.

Menurutnya, hal ini dapat dicegah dengan upaya maksimal seluruh elemen bangsa, termasuk DMI dan BNN, untuk memerangi penyalahgunaan Narkoba. Misalnya, dengan membuat panduan atau syllabus khutbah Jum’at bagi penceramah, khatib dan da’i.

“Pak Jusuf Kalla pernah memperkirakan ada 100 juta ummat Islam di seluruh Indonesia yang berkumpul, mendengar khutbah, dan mengikuti sholat Jum’at dalam waktu bersamaan. Dengan berbagai latar belakang berbeda, mereka pergi ke masjid secara bersamaan,” ungkap Imam.

Jika penyalahgunaan narkoba tidak segera ditangani, lanjutnya, bonus demografi yang akan dihadapi Indonesia dapat menjadi masalah besar. Jumlah kelompok usia angkatan kerja yang melimpah akibat bonus demografi justru menjadi masalah besar akibat penyalahgunaan narkoba.

“Bonus demografi bisa menjadi masalah besar akibat penyalahgunaan narkoba. Apalagi jumlah lapangan kerja yang tersedia tidak mencukupi, sedangkan uang yang dimiliki bandar narkoba tidak terbatas,” jelasnya.

Imam pun memandang perlunya dibentuk tim, semacam task force, untuk mengevaluasi kerja sama antara BNN dan DMI yang selama ini sudah berjalan. Kalau perlu, tim evaluasi ini dibentuk per zona (wilayah) agar hasilnya lebih efektif.

“Harapannya, kesadaran masyarakat terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba semakin membaik. Kerja sama ini harus kita konkritkan (berdampak nyata). Nanti bisa dibentuk tim peggerak da’i dan khatib anti narkoba kerja sama DMI dan BNN,” ujarnya.

Peulis: Muhammad Ibrahim Hamdani