DMI.OR.ID, JAKARTA – Pimpinan Pusat (PP) Perhimpunan Remaja Masjid (PRIMA) Dewan Masjid Indonesia (DMI) telah bertemu dan bersilaturrahim dengan rekan-rekan dari Jurnalis Islam Bersatu (JITU) pada Selasa (23/6) siang, di Sekretariat JITU, Tebet, Jakarta.

Dalam pertemuan ini Ketua Umum JITU, Agus Abdullah, dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) JITU, Muhammad Pizzaro, serta beberapa fungsionaris JITU lainnya berkenan menyambut PP PRIMA DMI.

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan akrab ini, PRIMA DMI dan JITU mendiskusikan beragam permasalahan yang dihadapi ummat Islam saat ini seperti perjuangan kemerdekaan Palestina (Ghaza), kebebasan pers, rekaman kaset ngaji di masjid, pornografi, dan pengungsi Rohingya.

JITU juga mengajak PRIMA DMI untuk turut aktif mensosialisasikan kebiasaan membaca dan menulis di kalangan remaja Muslim Indonesia, apalagi generasi muda Indonesia tidak hobi membaca dan menulis. Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan.

“Beberapa tahun ini, gerakan remaja dan pelajar untuk menulis sangat minim, bahkan seolah-olah gerakannya mati. Generasi muda saat ini lebih sering nongkrong di mall dan senang dengan budaya instan daripada membaca dan menulis,” tutur Ketua Umum JITU, Agus Abdullah, pada Selasa (23/6).

Agus pun mengajak PP PRIMA DMI untuk bekerjasama dalam hal menumbuhkan minat baca dan tulis di kalangan generasi muda Muslim, khususnya tulisan jurnalistik yang sesuai dengan syari’at Islam dan kode etik jurnalistik.

Sedangkan Sekjen JITU, Muhammad Pizzaro, memperkenalkan unsur-unsur jurnalis Muslim anggota JITU yang terdiri dari beragam media, baik media Islam maupun media umum.

“Hal terpenting bagi jurnalis JITU ialah seorang Muslim, wajib mematuhi kode etik jurnalistik, dan tulisannya tidak bertentangan dengan syari’at Islam, serta mematuhi peraturan dan ketentuan organisasi JITU,” tutur Muhammad Pizzaro.

Adapun Ketua Umum PP PRIMA DMI, Muhammad Hanif Alusi, memperkenalkan unsur-unsur pengurus PRIMA DMI yang terdiri dari berbagai organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan Islam, khususnya Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.

“PRIMA DMI terdiri dai berbagai unsur organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan seperti Pemuda Muhammadiyah (PM), Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Ikatan Pelajar NU (IPNU), Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU), Pelajar Islam Indonesia (PII), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII),” tutur Hanif.

Masjid, lanjutnya, bukan sekedar tempat ibadah mahdah (wajib) bagi ummat Islam seperti sholat, dzikir, daan i’tikaf, tetapi juga harus menjadi pusat aktivitas ummat Islam di bidang ekonomi, pendidikan, sosial dan budaya.

Hanif pun mengajak JITU untuk bersinergi dan bekerjasama dalam mengawal isu-isu keummatan dan keislaman di Indonesia seperti masalah pengungsi Rohingya, perjuangan bangsa Palestina, dan penyalahgunaan Narkoba.

“PRIMA DMI menyambut baik gagasan JITU untuk menumbuhkembangkan minat baca dan tulis di kalangan generasi muda Islam Indonesia dan mendukung usaha-usaha ke arah itu,” tutur Hanif.

Sementara dari PP PRIMA DMI hadir Ketua Umum, Muhammad Hanif Alusi, Sekjen, Ahmad Syarifuddin, Ketua Bidang Kader dan Keanggotaan, Helmi Al Djufri, Ketua Bidang Media Informasi dan Hubungan Masyarakat (Humas), Rizki Putra Dewantoro, dan Ketua Bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Khaerul Ardian Syaekh.

Hadir pula Sekretaris Bidang Media Informasi dan Humas PP PRIMA DMI, Muhammad Ibrahim Hamdani, yang juga Redaktur website DMI, www.dmi.or.id.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani