DMI.OR.ID, MAKKAH – Musibah runtuhnya alat berat crane dalam proyek perluasan area Masjidil Haram di Makkah, Saudi Arabia, pada Jum’at (11/9) petang, pukul 17.30 waktu setempat, telah menimbulkan reaksi keras dari Raja Saudi Arabia, Salman bin Abdul Aziz Al Saud Hafidzahullah, hingga mengeluarkan sejumlah instruksi untuk merespon masalah itu.

Dalam rilis yang diterima DMI.OR.ID pada Rabu (16/9) pagi, Atase Teknis Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah, Kerajaan Saudi Arabia, Dr. H. Ahmad Dumyathi Bashori, M.A., telah menerjemahkan instruksi Raja Salman bin Abdul Aziz seperti dirilis laman www.al-madina.com.sa.

Atas perintah Raja Salman bin Abdul Aziz HAfidzahullah selaku pelayan dua tanah suci (al-haramain), pemerintah Kerajaan Saudi Arabia akan memberikan bantuan kepada seluruh korban yang meninggal dunia mauun yang terluka dalam peristiwa jatuhnya alat berat crane pada 11 Dzulqo’dah 1436 Hijriah di Masjidil Haram. Berikut ini adalah beberapa bantuan yang akan diberikan Kerajaan Saudi Arabia.

Pertama, memberikan bantuan sebesar 1 juta SR (Saudi Real), atau berkisar Rp 3 miliar 800 juta (Rp 3,8 miliar) kepada setiap keluarga korban yang wafat pada kejadian ini;

Kedua, memberikan bantuan sebesar 1 juta SR atau berkisar Rp 3,8 miliar kepada para korban yang mengalami cacat (fisik dan mental) seumur hidup;

Ketiga, memberikan bantuan sebesar 500 ribu SR atau berkisar Rp 1,9 miliar kepada setiap korban yang tidak wafat atau terluka.

Raja Salman bin Abdul Aziz Al Saud juga menjelaskan bahwa semua bantuan ini tidak akan diberikan kecuali kepada mereka (keluarga korban) yang berhak menerimanya setelah melapor kepada bagian khusus (lembaga) yang mengurusi hal ini.

Tentu dalam perihal ini (proses pelaksanaannya) tidak lain demi menjaga amanah dan agar bantuan ini tersampaikan kepada pihak-pihak yang benar-benar berhak menerimanya.

Atas perintah Raja Salman bin Abdul Aziz Hafidzahullah, pemerintah Kerajaan Saudi Arabia juga akan memberikan bantuan-bantuan lainnya kepada keluarga korban, yakni:

Pertama, menghajikan dua orang darii keluarga korban yang wafat sebagai tamu kehormatan kerajaan pada musim haji tahun 1437 Hijriah nanti (tahun depan).

Kedua, memberikan keleluasaan untuk menyempurnakan haji di tahun berikutnya bagi korban yang tidak bisa melaksanakan haji pada tahun ini, dengan status sebagai tamu kehormatan kerajaan pada musim haji 1437 Hijriah (tahun depan).

Ketiga, memberikan visa kunjungan khusus kepada keluarga korban untuk mengunjungi/ merawat korban yang masih menetap di rumah sakit selama periode yang tersisa dari musim haji tahun 1437 Hijriah ini, serta visa untuk kembali pulang ke negaranya.

Seperti dilansir kantor berita Antara dari Televisi Al-Arabiya, peristiwa jatuhnya crane di Masjidil Haram itu terjadi akibat hujan lebat, angin kencang dan topan pasir dahsyat yang melanda kota suci Makkah pada Jum’at (11/9) sore.

Tepatnya, hanya satu jam setelah Departemen Pertahanan Sipil Saudi mencuit di Twitterbahwa Mekkah sedang mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi. Cuaca ekstrim seperti hujan lebat dan angin kencang juga melanda Saudi sejak beberapa hari terakhir.

Akibat musibah ini, sedikitnya 107 calon jama’ah haji (calhaj) dari berbagai negara, termasuk 11 orang calhaj asal Indonesia, telah meninggal dunia. Adapun 283 calhaj lainnya mengalami luka-luka, baik luka ringan maupun luka berat, termasuk 40 orang calhaj asal Indonesia.

Berikut ini adalah daftar nama 11 calhaj asal Indonesia yang telah meninggal dunia akibat rubuhnya crane di Masjidil Haram, Mekkah, hingga Selasa pukul 11.00 waktu setempat, seperti dikutip dari laman www.antaranews.com.

1. Masnauli Sijuadil Hasibuan dari kloter 08 Medan (MES 09)

2. Iti Rasmi Darmini dari kloter 23 Jakarta-Bekasi (JKS 23)

3. Painem Dalio Abdullah dari Kloter 08 Medan (MES 08)

4. Saparini Baharuddin Abdullah dari kloter 08 Medan (MES 08)

5. Nurhayati Rasad Usman dari kloter 4 Padang (PDG 4)

6. Ferry Mauludin Arifin dari kloter 02 Jakarta-Bekasi (JKS 12)

7. Adang Joppy Lili dari kloter 16 Jakarta- Bekasi (JKS 16)

8. Sriyana Marjosihono dari kloter 27 Solo (SOC 27)

9. Masadi Saiman Tarimin dari kloter 38 Surabaya (SUB 38)

10. Siti Rukayah Abdu Samad dari kloter 39 Surabaya (SUB 39)

11. Darwis Rahim Coge dari kloter 18 Ujung Pandang (UPG 18)

Kepala Daerah Kerja (Daker) Mekkah Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), H. Arsyad Hidayat, menyatakan korban calhaj yang meningga dunia akibat musibah rutuhnya alat berat crane di Masjidil Haram, Makkah, Saudi Arabia.

“Pada jam 11 Waktu Arab Saudi (WAS), telah bertambah lagi satu jamaah yang meninggal pada musibah crane, yaitu Darwis Rahim CoggeAl -Muashim dari Ujung Pandang (UPG 18),” tutur Arsyad pada Selasa (15/9).

Menurutnya, almarhum Darwis merupakan jamaah yang semula dikabarkan hilang sejak peristiwa rubuhnya crane di Masjidil Haram pada Jumat (11/9) sore. PPIH terus berusaha menelusuri keberadaan korban dan mengajak pihak keluarga ke tempat penyimpanan jenazah di Al-Mu’ashim.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani