DMINEWS, SANGGAU — Pengurus Cabang (PC) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Sanggau, Provinsi kalimantan Barat (Kalbar), melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) Pengurus Masjid pada 8 Januari 2014 di Hotel Meldy, Sanggau.
Seperti dilansir www.kalbar.kemenag.go.id, kegiatan ini diikuti oleh 35 pengurus Masjid dari lima Kecamatan di Kabupaten Sanggau, meliputi Kecamatan Kapuas, Parindu, Tayan Hulu, Kembayan dan Beduai.
Dalam sambutannya, Ketua PC DMI Kabupaten Sanggau, H. Mustafa, S.Ag, menyatakan kegiatan ini bertujuan untuk membahas berbagai macam hal terkait upaya peningkatan peran masjid di masyarakat.
“Selama ini, masjid dianggap sekedar sebagai sarana ibadah saja. Padahal, masjid bisa mengambil peran lebih jauh seperti pemberdayaan ekonomi masyarakat, penyediaan fasilitas pendidikan, pelestarian nilai budaya dan kearifan lokal serta pembinaan generasi muda,” tutur Mustafa.
Masalahnya, jelasnya, terdapat berbagai kendala dalam kemampuan manajerial pengurus serta daya dukung masyarakat terhadap masjid itu sendiri.
Pendapat senada diungkapkan pejabat Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sanggau, Drs. Fahmi. Umat dan masjid perlu melangkah lebih maju. Masjid dan umat, ungkapnya, jangan hanya terjebak dalam urusan ‘khilafiyah’ (perbedaan pendapat) dan formalitas dalam beragama.
“Selama ini, masjid ternyata lebih diramaikan dengan urusan perdebatan dzikir ‘jahir’ (keras) atau ‘khofi’ (pelan), subuh dengan qunut atau tidak, maupun bagaimana bacaan sholawat yang benar,” jelasnya.
Di satu sisi, lanjutnya, umat merasa bisa mendapatkan rumah di surga dengan hanya berinfak Rp 1000 saja. Padahal lihat saja orang Arab, setiap satu orang biasanya membangun satu masjid.
“Itu baru orang yang berhak mendapatkan rumah di surga !,” tandas Pahmi.
Dalam sambutannya, Bupati Sanggau, Ir. H. Setiman H Sudin, menyatakan masjid merupakan salah satu basis dalam pembinaan moral masyarakat untuk menghadapi tantangan globalisasi dan keterbukaan informasi.
Jadi, ujarnya, masjid harus mampu membekali diri dengan kemampuan manajerial, bahkan IT (Teknologi Informasi) agar bisa menjawab tantangan zaman.
“Saya menginginkan ada masjid yang tidak sekedar menjadi tempat ibadah. Namun, juga bisa menjadi tempat belajar, belanja, menabung, mengakses informasi, perpustakaan umat dan juga tempat bermain yang ramah untuk anak-anak,” papar Setiman.
Dalam forum ini, bupati juga berpamitan dengan seluruh pengurus masjid yang hadir terkait dengan akan berakhirnya masa jabatan Bupati.
“Mohon disampaikan kepada seluruh jama’ah di masing-masing masjid, saya sebentar lagi akan mengakhiri masa jabatan. Namun, Insya Allah saya tetap berkomitmen untuk membantu berbagai upaya dalam mengembangkan kehidupan beragama di Kabupaten Sanggau,” ungkapnya.
Rakor DMI Sanggau akhirnya mengeluarkan empat rekomendasi. Pertama, berharap pemerintah selalu memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan yang dilakukan pengurus masjid.
Kedua, berbagai permasalahan terkait ‘khilafiyah’ yang sering terjadi di berbagai masjid, hendaknya diselesaikan dengan cara musyawarah dengan mendatangkan para alim ulama yang kompeten dengan permasalahan.
Ketiga, perlu dibentuk sistem jejaring (networking) antar semua pengurus masjid untuk saling bertukar informasi dan pengalaman.
Keempat, dalam menghadapi era Teknologi Informasi, DMI akan mengupayakan pemasangan jaringan internet di semua masjid yang ada di Kabupaten Sanggau.
Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani
Sumber Gambar: www.panoramio.com