DMI.OR.ID, JAKARTA – Terdapat empat langkah yang harus dilakukan ummat Islam, khususnya para khafilah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Mahasiswa Nasional (MN), terhadap kitab suci Al-Qur’an.

Rektor Universitas Indonesia (UI), Prof. Dr. Ir. H. Muhammad Anis, M.Met, menyatakan keempat langkah itu ialah: Pertama, At-Tilawah, yakni membaca Al-Qur’an dengan tajwid dan tartil, seperti bacaan Rasulullah Muhammad SAW.

“Kedua, At-Tafahum, yakni memahami isi kandungan Al-Qur’an dan mendalami maknanya, sebagaimana yang dipahami para sahabat, thabi’in, thobi’it thobi’in, dan para ulama pewaris nabi,” tutur Anis dalam sambutan resminya pada Sabtu (1/8), dalam Pembukaan MTQMN XIV di Balairung Kampus UI, Depok.

Ketiga, lanjutnya, ialah Akhlaqul Karimah, yakni prilaku sehari-hari sesuai dengan petunjuk Al-Qur’an Al-Karim. Akhlaq qur’ani sepatutnya tergambar dalam realitas kehidupan sehari-hari.

Adapun langkah keempat, paparnya, ialah membangun peradaban unggul bangsa berbasis Al-Qur’an Al-Karim.

“Sebagai ummat Islam, sudah menjadi tugas dan pengabdian kita untuk mengamalkan Al-Qur’an. Saat ini, kita berkumpul bersama dalam pembukaan MTQMN XIV untuk meningkatkan pemahaman, penghayatan dan pengamalan Al-Qur’an sebagai pedoman kehiupan kita,” papar Anis.

Rektor pun mengungkapkan kebahagiaannya kepada 1.863 peserta MTQMN XIV dari 168 Perguruan Tinggi (PT) dan Swasta se-Indonesia.

“Alhamdulilah, selamat datang para peserta MTQMN XIV. Kami bahagia dapat bersilatuirrahmi dalam event Qur’ani yang bear ini,” ungkap Anis.

Kampus UI, tuturnya, turut bertanggung jawab atas kualitas watak dan peradaban bangsa Indonesia. Kampus UI merupakan jembatan yang menghubungkan berbagai macam kebhinekaan (perbedaan) yang ada di Indonesia.

“Sebagai tuan rumah dann ppenyelenggara event terbesar Qur’ani ini, UI berharap dapat menjadi jembatan yang menghubungkan dan mempersatukan mahasiwa-mahasiswa dari universitas yang berbeda-beda, berdasarkan akhlaqul karimah yang nantinya dapat mewujudkanmasyarakat sejahtera,” papar Anis.

Ia pun berharap agar para peserta MTQMN XIV ini dapat mensyiarkan nuansa Islamiyah di kampusnya masing-masing dengan cara hidup sehat, mandiri, cakap berilmu (cerdas), bertaqwa, dan berakhlaq mulia.

Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya juga diucapkan Rektor UI itu kepada seluruh peserta MTQMN XIV, pimpinan PTN dan PT Swasta, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar), dan seluruh panitia yang tidak kenal lelah.

Rektor pun memimpin peserta untuk bersama-sama membaca Surat Al-Faatihah demi kelancaran acara, sembari berharap mendapat berkah an ridho semata-mata dari Allah SWT.

“Sebagai penutup, izinkan saya meminjam kata-kata bijak dari Prof. Dr. KH. Quraish Shihab, yakni: Siapa yang ingin berbicara dengan tuhan, maka berdo’a-lah, Siapa yang ingin Tuhan berbicara kepadanya, maka bacalah Al-Qur’an (kalamullah),” ungkapya.

Rektor UI membacakan kata sambutan itu dengan khidmat dan lancar, lalu di akhir sambutan memukul bedug sebagai tanda dimulainya secara resmi ajang MTQMN XIV selama sekitar satu pekan, sejak Sabtu (1/8) hingga Sabtu (8/8).

Rektor UI memukul bedug itu bersama-sama dengan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Riset, Teknologi (Ristek) dan Pendidikan Tinggi (Dikti), Prof. Dr. H. Ainun Naim, dan didampingi Ketua Umum Panitia Pelaksana MTQMN XIV, Dr. H. Arman Nefi, SH., MH, yang juga Direktur Kemahasiswaan UI.

Sekjen Kemenristek Dikti itu juga memberikan sambutan mewakili Menristek Dikti, Prof. Dr. H. Muhammad Nashir.

Dalam acara ini, hadir juga Rektor Universitas Sriwijaya (Unsri), Prof. Dr. Ir. H. Anis Saggaff, MSCE, Ketua Dewan Hakim MTQMN XIV, Prof. Dr. KH. Said Aqil Husin Al-Munawar, M.A., dan Ketua Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) cabang Kota Depok, KH. Dimyati Badruzzaman.

Dalam acara ini, Rektor Universitas Sriwijaya membacakan ayat-ayat suci Al-Qur’an dengan tujuh model bacaan yang berbeda-beda (Qiro’ah Sab’ah), bersama-sama dengan Ketua Dewan Hakim MTQMN XIV, dan pemenang MTQ Internasional di Iran pada 2003 silam, Dr. H. Fadhlan Zainuddin.

Adapun ayat-ayat Al-Qur’an yang dibaca oleh ketiga tokoh nasional itu ialah Surat Al-Isra (Surat ke 17) dan Surat Al-A’la (Surat ke 87) dengan durasi sekitar setengah jam dan berlangsung dengan khidmat.

Suara ayat-ayat suci Al-Qur’an yang terdengar merdu dan nyaring itu pun mampu membuat para hadirin memperhatikan dengan seksama.

Sementara qori’ dalam acara pembukaan MTQMN XIV ini adalah Salman Amrillah, juara pertama MTQMN XII di Universitas Andalas pada 2014 lalu. Ia adalah alumni Universitas Islam Nusantara di kota Bandung. Adapun qori’ah atau sari tilawah ialah Raden Roro Putri Dira, mahasiswa Fakultas Teknik (FT) UI.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdank