DMI.OR.ID, BANDUNG – Wali Kota Bandung, H. Mochammad Ridwan Kamil, S.T., M.U.D., mendukung penuh pencalonan Kota Bandung sebagai Ibu Kota Pemuda Organisasi Kerjasama Islam (OKI) atau Organization of Islamic Cooperation (OIC) Youth Capital (YC).

“Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung siap menyambut kedatangan tim evaluasi dan seleksi dari The Islamic Cooperation Youth Forum for Dialogue and Cooperation (ICYF-DC) ke Kota Bandung pada Kamis (15/9) mendatang, bertepatan dengan momentum kemeriahan Pekan Olahraga Nasional (PON) di Jawa Barat (Jabar),” tutur Ridwan pada Jumat (19/8) sore.

Tepatnya, dalam pertemuanya dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) serta OIC Youth Indonesia (OIC – YI) atau Pemuda OKI Indonesia di pendopo kantor Wali Kota Bandung.

Dalam pertemuan ini, Ridwan Kamil menyatakan Kota Bandung memiliki keunggulan dalam potensi sumber daya manusia (sdm), khususnya generasi muda, dan internalisasi nilai-nilai religius bagi masyarakat kota Bandung.

“Buktinya, menurut survey independen Indeks Kota Islami versi Ma’arif Institue yang dirilis pada Mei 2016, Kota Bandung berhasil meraih predikat sebagai tiga kota dengan indeks tertinggi di Indonesia, bersama dengan Yogyakarta dan Denpasar, Hal ini bisa dijadikan modal berharga dalam proses pencalonan ini,” paparnya.

Ridwan Kamil juga meminta tim dari OIC-YI untuk mengidentifikasi beragam potensi yang dimiliki oleh ketiga kandidat Ibu Kota Pemuda OKI (OIC – YC) lainnya, yakni Putrajaya di Malaysia, Shiraz di Iran, dan Fes di Maroko. Hal ini penting untuk mempelajari dan membandingkan (benchmarking) keungulan Kota Bandung terhadap tiga calon ibu kota lainnya.

Menurutnya, semua pihak (stakeholders) yang terkait dengan kegiatan ini perlu mengidentifikasi kebutuhan anggaran dalam mendukung semua kegiatan kepemudaan selama Bandung (jika terpilih) menjadi OIC-YC dalam kurun waktu tahun 2017. Misalnya, identifikasi anggaran oleh Pemkot Bandung, Pemeirntah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar), dan Kemenpora, serta dunia usaha.

“Salah satu strategi jitu pemenangan Kota Bandung sebagai OIC – YC yang kiranya dapat dilakukan adalah melalui strategi komunikasi politik tingkat tinggi dengan mengupayakan agar Presiden Joko Widodo, melalui Menpora Imam Nahrawi, berkenan menghubungi Perdana Menteri Turki, Binali Yildirim, sebagai wujud komitmen serius indonesia dalam penominasian ini,” jelasnya.

Hal ini, lanjutnya, penting mengingat posisi strategis Turki sebagai OIC – YC Tahun 2016. Kota Istambul, Turki, juga akan menjadi tuan rumah dalam Konferensi Menpora III yang akan diikuti 57 negara-negara anggota OKI pada Oktober 2016 mendatang.

“Insya Allah, saya siap mendampingi Menpora Imam Nahrawi dalam Konferensi Menpora III OKI di Istambul, Turki, yang akan diikuti 57 negara pada Oktober 2016 mendatang, terutama dalam konteks pengumuman OIC-YC terpilih,” ungkap Ridwan Kamil.

Dalam pertemuan ini, turut hadir Asisten Deputi Peningkatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) dan Iman Dan Taqwa (IMTAQ) Pemuda, Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Kemenpora, H. Esa Sukmawijaya SP., M.Si., dan  Board Member (Anggota Tetap) ICYF – DC/ OIC Youth Indonesia, Tan Taufiq Tholub.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani