Sebagai sebuah bangsa, Indonesia ditakdirkan majemuk dan beragam. Fakta ini tentu harus kita syukuri. Banyak negara, yang karena pluralitasnya, bubar karena tak mampu merawat dan meruwat kemajemukan tersebut. Indonesia sangat menyadari hal ini, dan karena itulah, keragaman yang dimiliki bangsa ini menjadi kekuatan bagi tegaknya dan keberlangsungan Indonesia di masa mendatang.

Indonesia menghargai pluralitas sebagai sumber produktifitas menggapai kemajuan. Dari sisi agama misalnya, semua agama ada hari besarnya; Islam, Kristen, Hindu, Buddha, dan bahkan Khonghucu, yang hanya berjumlah 2 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Fakta ini tak akan ditemui di negara ASEAN lainnya, seperti Thailand, Myanmar, Kamboja, Laos. Padahal kaum Muslim di negara-negara tersebut jumlahnya lebih dari 15 persen dari total penduduk setempat.

Jusuf kalla-yang biasa disapa Pak JK- melalui buku sederhana ini memaparkan bahwa pluralitas dan toleransi tidak saja menjadi fakat kehidupan. Lebih dari itu, pluralitas dan tolerasni dapat dijadikan kekuatan besar memabngun Indonesia. Dengan catatan, semua unsur masyrakat slaing menghargai, menghormati, dan mengimplementasikan nilai-nilai yang dikandung secara tulus dan yang penting adalah dari dua arah. Toleransi sejati tidak akan pernah terjadi jika hanya satu arah. Karya berhaga ketua umum DMI ini sangat penting di baca publik.