DMI.OR.ID, JAKARTA – Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) Universitas Indonesia (UI) akan menyelenggarakan The First International Conference on Strategic and Global Studies (ICSG) bertema Strengthening Sustainable Development Goals toward A World Peace Order pada Kamis (30/11) mendatang, bertempat di Pusat Studi Jepang, Kampus UI, Depok.

Sesuai dengan informasi dalam poster resmi dari SKSG UI, kegiatan ini akan menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Kepala SKSG UI, Dr. H. Muhammad Luthfi Zuhdi, M.A., Menteri Luar Negeri (Menlu) Republik Indonesia (RI), Retno Lestari Priansari Marsudi, S.I.P., L.L.M., dan Dekan Fakulta Teologi dari Universitas Istanbul, Turki, Prof. Dr. Murteza Bedir.

Seorang narasumber lainnya ialah Dekan yang juga Guru Besar bidang Perbandingan dan Politik Internasional dari S. Rjaratnam School of International Studies (RSIS), Singapura, Dr. Joseph Chin Yong Liow.

Foto Muhammad Ibrahim Hamdani.

Konferensi internasional ini juga akan menyelenggarakan kompetisi penulisan jurnal ilmiah (Call of Papers) untuk sejumlah tema, yakni Islamic Finance (Ekonomi Syariah), National Security (Keamanan Nasional), National Resilience (Ketahanan Nasional), dan Gender Issues (Isu-Isu Gender), serta Sustainable Regional (Pembangunan Kawasan Secara Berkelanjutan).

Tema-tema lainnya yang juga diangkat dalam Call of Papers ini ialah Global and Regional Issues (Isu-isu dunia dan kawasan, Peace and Conflict Resolution ( Perdamaian dan Resolusi konflik), Youth and Leadership (Pemuda dan kepemimpinan, serta Social, Culture, Religion, and Humanities (sosial, budaya, agama, dan kemanusiaan).

Adapun karya tulis ilmiah yang telah lolos seleksi akan dipublikasikan di jurnal terindeks Scopus/ Thomson Reuters Publication, konferensi internasional ICSGS UI, dan Jurnal Strategic and Global Studies (Studi Strtejik dan Global).

Seperti dikutip dari laman http://sksg.ui.ac.id/icsgs/?view=home, situs resmi konferensi internasional ICSGS UI, saat ini dinamika pembangunan dan kemajuan dunia berlangsung sangat cepat. Konsekuensinya, kompleksitas (kerumitan) masalah menjadi tantangan baru bagi dunia akademik.

Kompleksitas masalah itu tidak seharunya dihadapi (didekati) dengan hanya mengandalkan keilmuan berbasis monodisiplin saja dalam pendekatan ilmiah. Diperlukan Suatu pendekatan yang bersifat multidisiplin, transdisiplin, dan interdisiplin sebagai jawaban atas berbagai tantangan global, regional, dan internasional terkait isu-isu stratejik dan global.

Dewasa ini, isu-isu stratejik dan global telah menjadi percakapan sehari-hari. Diskusi terkait masalah-masalah keamanan, pertahanan, intelijen, dan terorisme misalnya, tidak hanya menggunakan pendekatan studi-studi keamanan nasional dan ketahanan nasional, tetapi juga dapat menggunakan pendekatan studi-studi gender, agama, regional, dan juga perdamaian.

Sama seperti studi-studi kawasan, dan dinamika politik di Timur Tengah, yang bisa saja digunakan untuk mempelajari pendekatan kawasan, gender, dan sosial secara berkelanjutan, atau pun pendekatan studi perkotaan. Konferensi ini mendiskusikan berbagai macam tema seputar isu-isu stratejik dan global sebagai kontribusi untuk mewujudkan keterturan dan perdamaian dunia.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani