DMI.OR.ID, JAKARTA – Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI), DR. H. Muhammad Jusuf Kalla, telah menutup secara resmi Kongres Ekonomi Umat Tahun 2017 pada Senin (24/4) di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta.

Acara ini mengangkat tema Arus Baru Ekonomi Indonesia dan diselenggarakan oleh Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat – Majelis Ulama Indoneia (MUI) pada Sabtu (22/4) hingga Senin (24/4).

Dalam sambutannya, Wapres Jusuf Kalla mengajak semua pihak, khususnya MUI, untuk bersama-sama meyakinkan ummat Islam bahwa wira usaha merupakan bagian dari ibadah.

“Bentuk ibadah dari berwirausaha ialah dengan memberikan hasil usaha kepada masyarakat yang kurang mampu untuk mensejahterakan mereka. Dulu, ayah saya juga mengatakan bahwa berwirausaha itu ibadah. Hasilnya untuk amal, jangan dinikmati sendiri,” tutur Wapres Kalla pada Senin (24/4).

Menurutnya, fungsi MUI ialah membina ummat Islam di Indonesia dalam rangka memberikan semangat, arahan, dan sinergi di bidang ekonomi. Hal ini harus ditindaklanjuti MUI dengan mendorong, mengajarkan, dan memberikan motivasi kepada ummat.

“MUI-kan mewakili atau membina ummat, jadi ini dalam kerangka memberikan semangat, memberikan arahan, memberikan sinergi kepada ummat. Jadi, tindak lanjutnya bukan kepada organisasi, tetapi bagaimana agar ummat didong, diajarkan, dan diberikan motivasi seperti itu. Itu inti, itu follow-up nya,” jelas Wapres Kalla.

Kemudian, lanjutnya, pemerintah juga harus membuat kebijakan yang sesuai dan kondusif untuk pengembangan perekonomian dan kewirausahaan masyarakat.

“Itu sebabnya pemerintah membuat kebijakan untuk bagaimana mengurangi kesenjangan (ekonomi), memberikan keadilan, dan distribusi aset,” ungkap Wapres Kalla yang juga Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Dewan Masjid Indonesia (DMI) itu.

Adapun masyarakat di bawah, ujarnya, juga perlu didorong untuk bekerja dan menumbuhkan kegiatan wira usaha atau perekonomian lainnya.

Wapres Jusuf Kalla menyampaikan hal ini di depan 400 peserta Kongres Ekonomi Ummat tahun 2017 serta para undangan yang turut hadir, termasuk Wakil Gubernur Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta terpilih 2017-2022, H. Sandiaga Salahuddin Uno, M.B.A.

Dari 400 undangan itu, beberapa diantaranya ialah pengurus PP DMI, yakni Ketua PP DMI dan Ketua Departemen Sarana, Hukum, dan Waqaf, Drs. H. Muhammad Natsir Zubaidi, dan Dr. H. Nadjamuddin Ramly, M.Si.

Turut hadir Anggota Departemen Pengembangan Ekonomi Ummat (PEU) dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) PP DMI, Ir. H. Sugiono, S.E., dan Sekretaris Departemen Komunikasi, Informasi (Kominfo), Hubungan Antar Lembaga (Hubla) dan Luar Negeri (LN) PP DMI, H. Hery Sucipto, Lc., M.M.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani