Sumber: https://www.tawaf.tv/watch/3814/Pertemuan-Pembangunan-Museum-Sejarah-Nabi-Muhammad-SAW-%26-Peradaban-Islam / Tawaf TV

DMI.OR.ID, JAKARTA – Wakil Ketua Umum (Waketum) Pimpinan Pusat (PP) Dewan Masjid Indonesia (DMI), Drs. H. Syafruddin, M.Si., telah menerima kunjungan dari Assistant General Supervisor dari As-Salamu Alayka Ayyuha An-Nabi Endowments Makkah, Syeikh Abdullah Nashir Al-Qarni, pada Kamis (1/8), bertempat di Kantor PP DMI, Jakarta.

Kunjungan ini terkait erat dengan kerja sama antara DMI dengan Yayasan As-Salamu Alayka Ayyuha An-Nabi, Pemerintah Kerajaan Arab Saudi dan Pemerintah RI untuk membangun Museum Rasulullah Muhammad Shallallahu A’laihi Wasallam (SAW) di Indonesia.

Seperti dikutip dari laman https://khazanah.republika.co.id/, H. Syafruddin menyatakan bahwa Indonesia akan menjadi negara pertama di luar kawasan jazirah Arabia yang memiliki Museum Rasulullah Muhammad SAW.

“Indonesia segera membangun Museum Rasulullah Muhammad SAW,” tegas H. Syafruddin yang juga Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (PAN) dan Reformasi Birokrasi (RB) RI itu pada Kamis (1/8) malam, dalam siaran pers tertulisnya.

DMI, lanjutnya, juga mendapat kepercayaan langsung dari Raja Arab Saudi, Raja Salman bin Abdul Aziz al Saud, dan Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi, Mohammed bin Salman, untuk mendirikan Museum Rasulullah Muhammad SAW.

Alhamdulillah, berkat putusan Raja Salman dan Putra Mahkota Mohammad bin Salman, Ketua Umum PP DMI, Muhammad Jusuf Kalla, dan juga saya mendapat kepercayaan khusus untuk membangun Museum Rasulullah di Indonesia dalam waktu dekat”, jelasnya.

Menurutnya, DMI telah menjalin komunikasi dan merintis penjajakan kerja sama dengan Yayasan Museum As-Salamu Alayka Ayyuha An-Nabi selama setahun terakhir. “Tahun ini (2019) menjadi tahun kedua hubungan DMI dengan Yayasan Museum As-Salamu Alayka Ayyuha An-Nabi,” imbuhnya.

“Bahwa pengelola Museum Rasulullah SAW memilih Indonesia, ini mejadi suatu kebanggaan. Indonesia menjadi  negara pertama untuk lokasi pembangunan museum dari 25 negara lainnya di dunia,” ungkap peraih anugerah Tokoh Perubahan Republika Tahun 2017 itu.

Dalam pertemuan itu, sejumlah hal teknis turut dibahas oleh jajaran PP DMI dan pihak Yayasan Museum As-Salamu Alayka Ayyuha An-Nabi agar Museum Rasulullah SAW segera terwujud. Rencananya Wakil Presiden (Wapres) RI, Dr. (H.C.) Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla, akan menyaksikan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara kedua pihak.

“Kami membahas berbagai hal teknis untuk memperlancar pembangunan Museum Rasulullah SAW. Rencananya, Memorandum of Understanding (MoU) akan dilaksanakan oleh Pak Jusuf Kalla antara September atau Oktober,” ungkapnya.

Saat ini, lanjutnya, pembangunan museum Rasulullah SAW sedang dalam proses persiapan dan perencanaan. Museum akan mulai dibangun pada tahun 2019. “Lokasinya kemungkinan besar di kawasan Depok, Jawa Barat. Mungkin akan satu lokasi dengan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII),” ucapnya.

Menurutnya, museum Rasulullah SAW yang akan dibangun di Indonesia merupakan museum modern yang dilengkapi dengan sistem digital dan alat peraga canggih. Sesuai arahan Ketua Umum PP DMI, Museum Rasulullah SAW ini akan mengikutsertakan sejarah dakwah dan syiar Islam di Indonesia.

“Harapannya, Museum Rasulullah SAW akan menjadi destinasi wisata religi baru di dunia. Namun keputusan pembangunan museum tetap diserahkan kepada Ketua Umum PP DMII, Pak Jusuf Kalla, yang juga sebagai orang tua kami,” katanya.

Seperti dikutip dari laman https://www.tawaf.tv/, pertemuan ini juga dihadiri oleh Direktur Program PP DMI, Dr. H. Munawar Fuad Noeh, M.Ag., dan Ketua Departemen Kaderisasi Pemuda dan Remaja Masjid PP DMI, drg. Muhammad Arief Rosyid Hasan, M.K.M.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani