Sumber: Sekretariat Wapres RI / https://www.youtube.com/watch?v=koiR8CLypFI

DMI.OR.ID, JAKARTA – Dewan Masjid Indonesia (DMI) akan mengantisipasi perkembangan teknologi informasi (TI) berbasis digital di era 4.0. Misalnya degan mengembangkan sistem pembayaran infaq dan shodaqah non-tunai (cashless). Terkait hal ini, DMI akan menjalin kerja sama dengan penyedia aplikasi pembayaran daring (gopay).

Wakil Presiden (Wapres) RI, Dr. (H.C.) Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla, yang juga Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) DMI, membahas hal itu saat memberikan kata sambutan dalam Halal bi Halal dan Seminar Sehari yang diselenggarakan bersama oleh DMI dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Kegiatan Halal bi Halal ini mengangkat tema Islam Rahmatan Lil A’lamin Sebagai Modal Utama Membangun Bangsa. Acara ini juga dirangkai dengan peringatan Milad (hari lahir) DMI ke 47 tahun dan peluncuran program Pendidikan Khatib dan Da’i Nasional. Kegiatan ini diselenggarakan di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta.

“Hari ini juga kita tandatangani (kesepakatan) dengan GopayGopay itu bagian daripada Gojek, kemarin saya ketemu. Kenapa kita tandatangani? Nanti Pak, (di masa) yang akan datang, kita punya uang cash (tunai) di kantong sudah berkurang, namanya cashless. Jadi semua transaksi, beli makanan, beli apa, semua tinggal Handphone,” tutur Wapres Kalla pada Rabu (17/7) pagi.

Bahanya nanti Pak Kyai, lanjut Wapres Kalla, nanti kotak amal susah isinya, karena orang tidak bawa uang kontan lagi. Kalau itu terjadi, kotak amal diedarkan orang hanya melihat saja.

“Sebab uang semua ada di handphone-nya. Karena itu, nanti yang diedarkan dengan kerja sama dengan gojek, yaitu cara untuk tempel aja di handphone, mau Rp 10.000, Rp 100.000, sumbang tinggal tulis aja di situ. Nah, ini masjid di masa datang, kalau masjid masa kini masih ada kotak amal,” papar Wapres Kalla seperti dikutip dari laman https://www.youtube.com/watch?v=koiR8CLypFI

Menurutnya, hampir semua orang saat ini sudah punya handphone, bahkan banyak yang punya dua handphone. “Mungkin dari 1.000 orang di ruangan ini, ada 1.200 handphone karena banyak yang punya dua handphone. Jadi nanti tinggal sumbang pakai handphone. itu namanya cashlessIndonesia, menyumbang secara elektronik, bahkan sambil jalan-jalan pun bisa sumbang masjid,” paparnya.

Selain itu, jelasnya, DMI dan penyedia aplikasi Gojek juga akan bekerjasama dalam pengembangan ekonomi jama’ah berbasis masjid.

“Kedua, juga gunanya, karena saluran masjid itu ada dimana-mana, gojek juga ada dimana-mana sehingga bisa menghubungankan masjid dengan usaha kecil dan menengah (ukm). Jadi jamaah bikin usaha, nanti pemasarannya dibantu dengan jalur-jalur pemasaran Gojek,” ucapnya.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani