DMI.OR.ID, JAKARTA – Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) yang juga Wakil Presiden HM Jusuf Kalla menegaskan, sertifikasi terhadap masjid sangat diperlukan untuk kenyamanan dan keamanan beribadah.

Hal itu dikatakan Kalla saat menjawab pertanyaan peserta pada acara Lokakarya Nasional Wakaf dan Aset-aset Masjid di Masjid Istiqlal, Selasa (26/5). Sehari sebelumnya, JK membuka secara resmi Lokakarya sekaligus menyerahkan hadiah kepada para pemenang lomba desain arsitektur masjid, di Istana Wapres, Jalan Merdeka Selatan.

“Sertifikasi diperlukan. Karena itu penting kegiatan ini untuk menambah wawasan dan mempercepat implementasi di lapangan nanti,” ujar Kalla.

Menurut pria asal Makassar itu, banyak masjid di Indonesia yang bersertifikasi (status tanah masjidnya) tidak lebih dari 1 persen. Hal inilah, kata dia, yang harus ditangani agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.

“Banyak orang yang mengklaim status masjid dan tanahnya sebagai miliknya karena ketika masjid itu dibangun oleh orang tuanya atau pihak lain, status tanah adalah hibah tanpa ada bukti surat. Akhirnya bermasalah dan diperebutkan di kemudian hari. Karena itu, saya mendorong gerakan sertifikasi masjid,” jelas JK.

Untuk menangani hal tersebut, DMI menandatangani kerjasama dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang. Nantinya, kementerian ATR tersebut akan membantu mensertifikasi status tanah masjid yang belum ada sertifikatnya.

JK berharap, dengan kerjasama tersebut, maka akan makin banyak status masjid yang jelas dan meminimalisir terjadinya konflik. Beribadah pun, katanya, kian khusyuk, aman, dan nyaman.

Penulis: Samsul Muarif