DMINEWS, JAKARTA – Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI), Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla, MBA, akan membuka kegiatan Lokakarya Nasional Wakaf dan Pengelolaan Aset-Aset Masjid pada Senin (25/5) di Istana Wapres, Jakarta.

Dalam acara ini, Wapres Kalla yang juga Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Dewan Masjid Indonesia (DMI) akan menyaksikan Mount of Understanding (MoU) atau Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara tiga pihak, yakni PP DMI, Kementerian Agama (Kemenag) dan Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR).

Wapres Kalla juga akan memberikan sambutan dan pengarahan dalam pembukaan lokakarya wakaf ini, sekaligus menyaksikan dan menekan tombol peluncuran (launching) website DMI, www.dmi.or.id, yang telah diperbarui. Dalam hal ini, DMI bekerjasama dengan PT. Telkom Indonesia.

Adapun Sekretaris Jenderal (Sekjen) PP DMI, Drs. H. Imam Addaruqutni, MA, akan memberikan laporan kegiatan acara, termasuk kegiatan Sayembara Konsep Desain Masjid (SKDM) Nurul Amal, Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, kepada Wapres Kalla dan para hadirin.

Sedangkan Wakil Ketua Umum (Waketum) PP DMI, KH. Drs. Masdar Farid Mas’udi, akan menandatangani MoU tiga pihak itu bersama-sama dengan Menteri Agama (Menag), Drs. H. Lukman Hakim Saifuddin, dan Menteri ATR, Drs. H. Ferry Mursyidan Baldan.

Adapun acara Lokakarya Wakaf ini akan berlangsung selama dua hari di Masjid Istiqlal, Jakarta, sejak Selasa (26/5) hingga Rabu (27/5), dan diikuti sekitar 340 peserta yang merupakan perwakilan dari 34 Pengurus Wilayah (PW) DMI se-Indonesia serta mitra-mitra DMi lainnya.

Dalam acara ini, beberapa menteri terkait pengelolaan wakaf dan aset-aset masjid di Indonesia akan menjadi pemateri dan diundang selaku pembicara, yakni Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Drs. H. Rudiantara, MBA, yang juga Ketua Departemen Kominfo, Hubungan Antar Lembaga dan Luar Negeri (Hublu) PP DMI.

Beberapa menteri lainnya yang akan diundang ialah Menteri Agama, Menteri ATR, dan Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian, Dr. Sofyan A. Djalil, SH, MA, MALD, yang juga Ketua Bidang Kominfo dan Hublu PP DMI.

Sebelumnya, dalam rapat koordinasi (rakor) panitia yang berlangsung di Kantor Sekretariat PP DMI, pada Kamis (14/5) siang, peserta rapat memutuskan Ketua Bidang Sosial dan Kemanusiaan PP DMI, Drs. H. Andy Mappaganty, sebagai project director untuk pembukaan acara di Istana Wapres. Ia diminta langsung oleh Sekjen PP DMI yang menjadi pemimpin rapat.

Adapun Ketua Panitia lokakarya wakaf ini adalah Dr. H. Nadjamuddin Ramly, MA, yang juga Ketua Departemen Sarana, Hukum dan Wakaf (SHW) PP DMI, sedangkan penanggung jawab kegiatan ini ialah Ketua Bidang SHW PP DMI, Drs. H. Muhammad Natsir Zubaidi, yang juga Wakil Sekjen (Wasekjen) Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat.

Panitia Lokakarya Wakaf PP DMI juga telah bersilaturrahim dan bertemu dengan Menteri Agama pada Rabu (13/5) pagi di kantor Kemenag RI, Jakarta. Pertemuan ini bertujuan menginformasikan kegiatan Lokakarya Wakaf sekaligus menjain kerja sama dengan Kemenag RI.

Dalam pertemuan itu, selain Menteri Agama, hadir pula Sekretaris Direktorat jenderal (Ses. Ditjen) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam, Prof. Dr. H. Muhammadiyah Amin, M.Ag, Direktur Urusan Agama Islam (Urais) dan Pembinaan Syariah (Binsyar), Kemenag RI, Dr. H. Mukhtar Ali, M.Hum, dan Direktur Pemberdayaan Wakaf Kemenag RI, Drs. H. Hamka Karim, M.Ag.

Sedangkan dari DMI, selain Penanggung Jawab dan Ketua panitia Lokakarya Wakaf, hadir pula Waketum PP DMI, Sekretariat PP DMI, H. Saoman Ramadhan, Sekretaris Redaksi PP DMI, Roesmini, S.Pd.I, dan Redaktur DMI NEWS, Muhammad Ibrahim Hamdani, SIP.

Panitia Lokakarya Wakaf juga telah bersilaturrahim dan bertemu dengan Menkominfo pada Jum’at (8/5) pagi, di Kantor Kemenkominfo, Jakarta. Dalam acara ini, selain Menkominfo, penanggung jawab dan ketua panitia, hadir pula Anggota Departemen Pengembangan Ekonomi Ummat dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK), Ir. H. Sugijono, SE.

Dalam pertemuan di Kantor Kemenag RI, Menag Lukman memberikan instruksi kepada Biro Hukum Kemenag RI untuk segera menindaklanjuti rencana draft MoU dan PKS antara tiga pihak, yakni Kemenag RI, DMI dan Kementerian ATR/ Badan Pertanahan Nasional (BPN).

“Tolong dibantu agar draft MoU dan PKS antara tiga pihak ini segera diselesaikan oleh Biro Hukum Kemenag RI. Pasalnya, penandatangan MoU dan PKS itu akan disaksikan oleh Wapres Kalla yang juga Ketum PP DMI,” tutur Menteri Lukman pada Rabu (13/5) pagi.

Kemenag RI, lanjutnya, akan berupaya membantu panitia untuk mensukseskan acara ini, khususnya dalam bentuk bantuan program, community development  dan material lainnya. “Apalagi, Kemenag memiliki Diretorat Pemberdayaan Wakaf yang juga fokus di bidang wakaf masjid,” paparnya.

“Kami juga akan membantu dalam bidang legal drafting, dan formulasi rumusan MoU dan PKS antara tiga pihak ini, termasuk nanti dengan Badan Wakaf Indonesia (BWI) dalam hal sertifikasi wakaf,” ungkap Menteri Lukman.

Sementara Ketua Panitia, Nadjamuddin Ramly, menyatakan Insya Allah semua peserta dan panitia akan menginap di Hotel Sriwijaya karena Asrama Haji sudah penuh dipesan hingga beberapa bulan ke depan.

“Pada saat acara lokakarya, kami juga akan membacakan deklarasi tentang pembentukan dan lahirnya Perhimpunan Remaja Masjid Indonesia (PRIMA) DMI sebagai salah satu Badan Otonom atau organisasi sayap DMI,” tutur Nadjamuddin saat diwawancarai DMINEWS pada Jum’at (10/4).

Jadi, ungkapnya, prima ini statusnya ada di bawah payung PP DMI, yang nantinya akan menjadi badan otonom dan organisasi sayap DMI. Adapun deklarasi kelahiran PRIMA DMI akan dibacakan langsung oleh Ketua Bidang SHW PP DMI.

Sebelumnya, dalam rilis yang diterima DMINEWS, Jum’at (10/4), Ketua Bidang SHW PP DMI, Muhammad Natsir Zubaidi, menyampaikan Deklarasi PRIMA Bela Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai berikut:

“Insyaf akan tanggung jawab Remaja Masjid terhdap Agama, Bangsa dan Negara”.

“Yakin bahwa ajaran Islam adalah agama yang menebarkan keadilan, kedamaian dan memberikan rakhmat bagi segenap alam”.

“Bahwa NKRI berdasarkan Ke-Tuha-nan Yang Maha Esa, Perikemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah Kebijaksanaan dalam Permuyawaratan Perwakilan dan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia”.

“NKRI yang telah dibangun oleh para pendiri bangsa adalah merupakan warisan sejarah yang autentik bagi segenap warga bangsa, khususnya umat Islam”.

“Seraya mengharapkan kekuatan dan bimbingan dari Allah SWT, kami, Remaja Masjid Indonesia, bertekad untuk berkhidmat jiwa, raga dan pemikiran untuk melakukan bela negara dari berbagai ancaman, baik dari dalam maupun dari luar negeri”.

“Melalui Perhimpunan Remaja Masjid (PRIMA) DMI, Semoga Allah SWT meridhoi ‘azam’ dan tekad kita bersama”.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani