DMI.OR.ID, DEPOK – Salah satu sebab mengapa remaja Muslim tidak mau atau jarang sekali pergi ke masjid adalah lingkungan dan oknum pengurus masjid yang tidak ramah anak. Ketidakramahan itu menimbulkan trauma bagi anak-anak hingga mereka remaja, bahkan dewasa, sehingga jarang datang ke masjid.

Sekretaris Departemen Dakwah dan Pengkajian Pimpinan Pusat (PP) Dewan Masjid Indonesia (DMI), Ustadz Drs. H. Ahmad Yani, menyatakan hal itu pada Sabtu (21/11) siang, dalam ceramahnya di Masjid Baitul Kamal, kompleks kantor Wali Kota Depok.

“Ada orang yang tanya saya, ‘mengapa anak remaja tidak mau ke masjid?’ Saya jawab, salah satu sebabnya karena mereka trauma diperlakukan tidak ramah di masjid, saat masih kecil, baik oleh oknum pengurus maupun lingkungan masjidnya,” tutur Ustadz Yani pada Sabtu (21/11).

Kegiatan ini, lanjutnya, diselenggarakan oleh Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (BPMK) Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dan dihadiri 100 orang pesertayang merupakan utusan masjid se-kota Depok.

“Tema ini merupakan tema yang baru pertama kali diminta, meskipun saya sering ceramah dan memberikan pelatihan manajemen masjid di beberapa tempat. Guna meningkatkan minat anak-anak dan remaja, pengurus masjid harus pro aktif menyelenggarakan program-program masjid untuk anak-anak, khususnya di bidang aqidah (tauhid), fiqih, tajwid, dan ibadah,” paparnya.

Menurutnya, pengurus masjid harus menggalakkan kegiatan-kegiatan anak yang bersifat kompetitif seperti lomba azan, dakwah, cerdas-cermat, dan pidato. Momentumnya bisa memanfaatkan peringatan hari kemerdekaan 17 Agustus atau hari-hari besar keagamaan seperti Maulid Nabi dan Isra’ Mi’raj.

“Dana kas masjid harus dikeluarkan untuk berbagai kegiatan positif ini. Kas masjid jangan ditumpuk-tumpuk, tapi keluarkan untuk kegiatan masjid ramah anak. Istilahnya, dana kas masjid harus banyak tapi saldo masjid harus sedikit, jangan banyak-banyak,” ungkapnya.

Sebaiknya, jelas Ustadz Yani, pengurus masjid jangan melarang anak-anak untuk bermain di masjid. Anak-anak itu dunianya memang bermain, jadi jangan dimarahin dan dipukul. Kalau mereka bermain-main di masjid, itu wajar.

“Tingkatkan honorarium untuk guru mengaji bagi anak-anak dari kas masjid, kalau perlu buat taman-taman bermain untuk anak-anak di halaman masjid,” ucapnya.

Kegiatan ini mengambil tema Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Penyelenggaraan Kota Layak Anak Nomor 15 Tahun 2013 dan bertujuan mewujudkan Depok menjadi Kota Layak Anak yang sesungguhnya.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani